JAKARTA, JMPnews — Polda Metro Jaya resmi memulai Operasi Kepolisian Kewilayahan Pekat Jaya 2026 untuk menjamin keamanan dan kekhusyukan masyarakat menjelang Bulan Suci Ramadan.
Operasi ini diawali dengan Apel Gelar Pasukan di Lapangan Presisi Lantas Polda Metro Jaya pada Rabu (28/1/2026) dan akan berlangsung selama 15 hari hingga 11 Februari mendatang di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Sebanyak 675 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diterjunkan untuk menyisir berbagai potensi gangguan kamtibmas. Sasaran utama operasi ini meliputi aksi tawuran, geng motor, premanisme, peredaran minuman keras, obat-obatan terlarang, penggunaan petasan, hingga balapan liar dan kejahatan jalanan lainnya yang meresahkan warga.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, menegaskan bahwa operasi ini merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi peningkatan gangguan keamanan.
“Kami melaksanakan operasi secara tegas dan profesional, namun tetap mengedepankan pendekatan humanis agar masyarakat merasa aman dan nyaman menjalankan aktivitas maupun ibadah,” ujar Irjen Pol. Asep Edi Suheri saat memimpin apel.
Ia menambahkan bahwa fokus pengamanan akan diperketat di titik-titik rawan seperti Jakarta Pusat, Jakarta Timur, serta sejumlah wilayah perbatasan Jakarta Selatan dengan penempatan pos pantau dan patroli mobile secara intensif.
“Selain penegakan hukum di lapangan, Polda Metro Jaya juga melibatkan Direktorat PPA dan Direktorat Binmas untuk melakukan langkah pre-emptive di sekolah-sekolah dan tingkat kelurahan guna meredam potensi tawuran sejak dini,” jelas Asep.
Seluruh pelaksanaan tugas dalam operasi ini berpedoman pada nilai Program Jaga Jakarta—Jaga Lingkungan, Jaga Warga, Jaga Aturan, dan Jaga Amanah.
Melalui sinergi lintas sektor ini, Polda Metro Jaya berkomitmen membangun stabilitas kamtibmas yang berkelanjutan dan berorientasi pada pelayanan publik demi kenyamanan warga Ibu Kota menyambut bulan suci.