BANYUMAS, JMPnews — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas terus menguatkan komitmennya dalam memberikan pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), salah satunya melalui kegiatan kebaktian berkelanjutan bagi WBP beragama Nasrani. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Kamis dan Sabtu, sebagai bentuk pembinaan spiritual yang terprogram, terarah, dan berkesinambungan.
Bertempat di ruang pembinaan Rutan Banyumas, kegiatan kebaktian berlangsung dengan suasana yang khidmat, tertib, dan penuh penghayatan. Para WBP Nasrani mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kesungguhan, mulai dari pujian, doa bersama, pembacaan firman Tuhan, hingga penyampaian renungan yang sarat dengan nilai-nilai kehidupan dan penguatan iman. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi WBP untuk merenungkan perjalanan hidup mereka sekaligus membangun komitmen untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Dalam pelaksanaannya, Rutan Banyumas bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Banyumas melalui kehadiran penyuluh agama Nasrani Protestan yang secara aktif memberikan bimbingan rohani kepada para WBP. Kehadiran penyuluh agama ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa pembinaan spiritual berjalan secara optimal dan menyentuh kebutuhan batin para WBP.
Penyuluh Agama Nasrani Protestan dari Kemenag Banyumas, Debby, menegaskan bahwa kegiatan kebaktian berkelanjutan ini memiliki peran strategis dalam membangun kembali karakter WBP. “Kebaktian ini bukan hanya sekadar kegiatan ibadah rutin, tetapi juga menjadi ruang pemulihan batin bagi para WBP. Melalui firman Tuhan dan refleksi kehidupan, mereka diajak untuk menyadari kesalahan, memperbaiki diri, serta menumbuhkan harapan akan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Debby juga menyampaikan bahwa pendekatan spiritual memiliki dampak yang signifikan dalam proses pembinaan di dalam rutan. Menurutnya, ketika seseorang memiliki kekuatan iman dan harapan, maka proses perubahan diri akan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Hal ini terlihat dari antusiasme WBP dalam mengikuti setiap sesi kebaktian yang dilaksanakan secara rutin.
Salah satu WBP berinisial J (45) turut membagikan pengalamannya selama mengikuti kegiatan kebaktian tersebut. Ia mengaku merasakan perubahan positif dalam dirinya, baik dari segi pola pikir maupun ketenangan batin. “Kegiatan kebaktian ini sangat berarti bagi saya. Saya merasa lebih tenang, lebih sabar, dan mulai belajar menerima keadaan. Dari sini saya juga mendapatkan kekuatan untuk memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” ungkapnya dengan penuh harap.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk saling menguatkan antar sesama WBP, sehingga tercipta suasana kebersamaan yang positif di dalam rutan. Ia berharap kegiatan kebaktian ini dapat terus dilaksanakan secara konsisten agar semakin banyak WBP yang merasakan manfaatnya.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, melalui Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Sigit Purwanto, menyampaikan bahwa pembinaan spiritual merupakan salah satu pilar penting dalam sistem pemasyarakatan. Pihaknya berupaya untuk memastikan bahwa setiap WBP mendapatkan hak pembinaan secara menyeluruh, baik dari aspek kepribadian maupun kemandirian.
“Kami berkomitmen untuk menghadirkan pembinaan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan dan spiritual WBP. Kegiatan kebaktian berkelanjutan ini menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya kami dalam membangun karakter WBP agar menjadi lebih baik, memiliki kesadaran diri, serta siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat,” jelas Sigit.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini menjadi sarana efektif dalam menciptakan suasana rutan yang kondusif, harmonis, dan penuh nilai-nilai positif. Dengan adanya pembinaan spiritual yang konsisten, diharapkan WBP dapat menjalani masa pidana dengan lebih bermakna dan memiliki bekal moral yang kuat saat kembali ke lingkungan sosial.
Melalui pelaksanaan kebaktian yang rutin setiap Kamis dan Sabtu ini, Rutan Banyumas terus berupaya menghadirkan pembinaan yang humanis dan berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas semata, tetapi benar-benar mampu memberikan dampak nyata dalam proses perubahan diri WBP, sehingga mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik, bertanggung jawab, dan berdaya guna.