BANYUMAS, JMPnews – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Banyumas kembali melaksanakan kegiatan tes urine bagi petugas dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) sebagai bentuk komitmen nyata dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (8/5) tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyumas dan menjadi bagian dari langkah deteksi dini serta penguatan pengawasan di dalam lingkungan rutan.
Pelaksanaan kegiatan ini juga menunjukkan keseriusan Rutan Banyumas dalam mendukung program pemberantasan narkoba serta menjaga keamanan dan ketertiban di dalam rutan.
Tes urine diikuti oleh sejumlah petugas dan warga binaan yang dipilih secara acak. Pemeriksaan dilakukan langsung oleh tim dari BNNK Banyumas dengan tetap mengedepankan profesionalitas, transparansi, dan ketelitian dalam proses pemeriksaan sampel. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan tertib dan kooperatif selama proses berlangsung. Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, seluruh peserta dinyatakan negatif dari penggunaan narkotika maupun zat terlarang lainnya. Hasil tersebut menjadi bukti bahwa upaya pengawasan dan pencegahan yang selama ini diterapkan di Rutan Banyumas berjalan dengan baik dan konsisten.
Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, menegaskan bahwa pelaksanaan tes urine merupakan salah satu langkah nyata dalam mewujudkan komitmen zero narkoba di lingkungan Rutan Banyumas. Menurutnya, narkoba merupakan ancaman serius yang harus diberantas secara tegas tanpa adanya toleransi sedikit pun terhadap siapa saja yang terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredarannya di dalam rutan.
“Rutan Banyumas berkomitmen penuh untuk zero narkoba. Tes urine ini menjadi salah satu bentuk pengawasan dan deteksi dini yang kami lakukan secara konsisten. Tidak ada ruang bagi narkoba di dalam rutan dan tidak ada kompromi terhadap pelanggaran yang berkaitan dengan narkoba. Siapa pun yang terbukti terlibat akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Tidak ada kata lain untuk narkoba selain perang dan pemberantasan,” tegas Anggi.
Lebih lanjut, Anggi menyampaikan bahwa selain pelaksanaan tes urine secara berkala, pihaknya juga terus memperketat pengawasan terhadap barang terlarang serta memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait. Menurutnya, lingkungan pemasyarakatan yang aman dan bersih dari narkoba menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan proses pembinaan warga binaan agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat nantinya.
Sementara itu, perwakilan dari BNNK Banyumas, Santosa, memberikan apresiasi terhadap langkah aktif dan konsisten yang dilakukan oleh Rutan Banyumas dalam mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. Ia menilai pelaksanaan tes urine secara rutin merupakan bentuk komitmen nyata dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
“Kami mengapresiasi komitmen Rutan Banyumas yang terus melakukan langkah-langkah preventif melalui pelaksanaan tes urine secara berkala. Hasil negatif ini tentu menjadi capaian yang baik dan menunjukkan adanya keseriusan seluruh jajaran dalam menjaga lingkungan rutan tetap bersih dari narkoba. Sinergi seperti ini sangat penting untuk terus dijaga dan ditingkatkan,” ujar Santosa.
Di sisi lain, salah satu warga binaan berinisial A (25) mengaku mendukung penuh kegiatan tes urine yang dilaksanakan di lingkungan rutan. Menurutnya, lingkungan yang bersih dari narkoba membuat warga binaan lebih nyaman dan lebih fokus dalam menjalani program pembinaan yang diberikan oleh pihak rutan.
“Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan secara rutin supaya lingkungan rutan tetap aman dan bebas dari narkoba. Dengan kondisi yang bersih dan tertib, kami sebagai warga binaan bisa lebih fokus mengikuti pembinaan dan memperbaiki diri agar nantinya dapat kembali ke masyarakat menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan kegiatan tes urine ini, Rutan Kelas IIB Banyumas kembali menegaskan komitmennya untuk terus menjaga lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari narkoba. Dengan pengawasan yang semakin diperketat, pelaksanaan deteksi dini secara berkala, serta sinergi yang terus dibangun bersama BNNK Banyumas dan instansi terkait lainnya, Rutan Banyumas optimis dapat mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang benar-benar bersih dari penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.