JAKARTA, JMPnews – Ketua Indonesia Narcotics Watch (INW) Budi Tanjung berbica blak-blakan seputar adanya keterlibatan oknum nakal dalam peredaran narkoba, khususnya pil “gedek-gedek” ekstasi didua tempat hiburan malam (THM) di Jakarta Barat, yakni diskotik Puja Sera dan diskotik Escape Hawaii.
“Kalau diminta bukti keterlibatan onum dalam bisnis narkoba, ya sulit. Tapi kita meyakini, mereka (pengelola THM) di diskotik Puja Sera dan Escape Hawai tidak akan berani menjual narkoba secara terang-terangan kalau tidak ada oknum aparat yang melindungi bisnis mereka,”kata Budi Tanjung, Minggu (14/9).
Menyikapi kondisi tersebut, Budi Tanjung mengatakan harapannya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri yang juga Kepala Satgas Penanggulangan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P3GN) Polri segera melakukan langkah-langkah yang lebih tegas dalam pemberantasan narkoba di wilayah Jakarta sekitarnya.
“Ayo Pak Kapolda, bersihkan Jakarta dari narkoba. Sikat semua tempat hiburan malam yang terbukti menjual narkoba. Usut siapa oknum yang melindungi bisnis narkoba tersebut,”katanya.
Dtegaskan Budi Tanjung, melihat maraknya peredaran narkoba, khususnya di tempat hiburan malam, pihaknya pun jadi meragukan komitmen BNN dan Polri dalam melakukan pencegahan, pemberantasan dan penindakan terhadap kejahatan narkoba di Indonesia.
“Katanya Polri akan nendukung penuh program asta cita presiden, yang di dalam poin 7 menyebut akan memperkuat pencegahan dan pemberantasan narkoba. Mana buktinya. Jangan cuma omon-omonlah,”katanya
Sebelumnya media ini menurunkan tiga berita utama dengan judul “the Escape Hawai Jadi Ladang Narkoba Bagi Para penikmat ekstasi” lalu ada pula berita “diduga aparat polisi jadi beking peredaran narkoba di escape hawai’ dan ‘bos narkoba di pujasera tak tersentuh’ ini tampaknya menjadi perhatian serius Indonesia Narkotics Watch.
“Peredaran narkoba ibarat fenomena gunung es. Tempat hiburan malam seperti Pujasera dan Escape Hawai hanya sebagian kecil yang tampak di permukaan. Masih ada ratusan tempat hiburan malam yang ada di Jakarta yang di dalamnya terjadi praktek transaksi narkoba,”katanya.
Lebih jauh, Budi Tanjung merekomendasikan agar para kapolres di wilayah Polda Metro Jaya yang dinilai gagal dalam memberantas narkoba di wilayahnya, sepatutnya diberi sangsi oleh Kapolda. Sebaliknya, bagi kapolres yang dinilai berhasil, harus diberikan reward.
“Kapolda harus segera melakukan pembenahan sebagai bagian dari upaya untuk mereformasi Polri. Polisi yang terlibat segala bentuk kejahatan narkoba, langsung pecat aja,” kata Budi Tanjung.
INW, kata Budi Tanjung, juga meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, agar bekerjasama dengan Polda Metro Jaya serta BNN Provinsi DKI Jakarta dalam memberantas narkoba sekaligus membersihkan Jakarta dari narkoba.
“Gubernur harus mencabut izin usaha tempat hiburan malam yang terbukti menjadi tempat transaksi narkoba. Tindak secara tegas tanpa pandang bulu,” katanya.