Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
logo jmp JMP

Jaringan Mitra Publik

logo jmp JMP

Jaringan Mitra Publik

  • HOME
  • NASIONAL
  • POLHUKAM
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • TOKOH
  • REDAKSI

Archives

  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • December 2024

Categories

  • INTERNATIONAL
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PERISTIWA
  • POLHUKAM
  • TOKOH
  • HOME
  • NASIONAL
  • POLHUKAM
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • TOKOH
  • REDAKSI
Subscribe
Close

Search

OPINI

Mundurnya Rahayu Saraswati Fenomena Langka di Politik Indonesia

By Redaksi
September 15, 2025 2 Min Read
0

Oleh: Laksamana Sukardi

Pengunduran diri Rahayu Saraswati dari keanggotaan DPR RI atas inisiatif sendiri, merupakan fenomena yang belum pernah terjadi, apalagi beliau merupakan salah satu generasi muda berprestasi dan tidak banyak kontroversi.

Selain itu Saras juga berjuang menjadi anggota DPR RI dengan gigih tanpa mengandalkan hubungan keluarga dengan ketua umum partainya.

Terbukti bahwa beliau pernah gagal terpilih menjadi anggota DPR RI pada tahun 2019 tetapi tidak putus asa untuk maju kembali dan terpilih ditahun 2024.

Berbeda dengan anggota DPR RI yang baru-baru ini di non-aktifkan oleh partainya karena tuntutan demonstrasi. Pengunduran diri Saras tidak hanya mengejutkan, teman temannya bahkan pengurus partainya sendiri mungkin terkejut.

Saras telah memberikan contoh kepada anggota DPRRI untuk bersikap independen dan berkarakter, terutama jika dibandingkan dengan anggota DPRRI yang menunggu titah dan berlindung pada ketua umum partainya.

Alasan pengunduran dirinya karena ada kritikan di sosial media atas wawancara dalam sebuah podcast yang menurut hemat saya bisa di perdebatkan dan tidak salah. Selain itu, Saras tidak dikritik karena pamer kekayaan, bergaya hidup hedon dan bicara sembarangan.

Bahkan Saras memberikan saran kepada generasi muda untuk tidak hanya menunggu kesempatan kerja yang diberikan oleh pemerintah, namun harus menggunakan keterampilannya atau keahliannya masing-masing untuk mencoba menjadi wira-usahawan sekecil apapun, dengan demikian membantu pemerintah menciptakan lapangan kerja.

Dengan kata lain generasi muda jangan hanya menunggu lowongan kerja dari pemerintah, tetapi harus turut membantu menciptakan lapangan kerja. Pernyataan ini diplintir di sosial media sebagai sebuah kritik yang tidak cerdas.

Seharusnya, Saras tidak perlu mundur, karena pemikirannya justru memberikan inspirasi dan solusi kepada generasi muda Indonesia.

Namun demikian, keputusan Sarah perlu mendapat acungan dua jempol, karena beliau lebih memilih untuk memberikan contoh dan pelajaran kepada para pejabat penyelenggara negara agar mau membangun budaya malu dan tanggung jawab yang tinggi.

Budaya malu dan mundur sukarela karena kesalahan sekecil apapun belum dikenal di Indonesia, kecuali mundur dipaksa oleh rakyat melalui demonstrasi besar besaran.

Di Jepang, budaya malu dan tanggung jawab yang tinggi telah menjadi standar yang normal. Banyak pejabat tinggi urusan transportasi di Jepang selalu meminta maaf kepada publik bahkan mengundurkan diri jika ada keterlambatan perjalanan kereta api.

Keteguhan Saras dengan keputusannya mundur sebagai anggota DPRRI, harus dijadikan pelajaran bahwa kita harus memiliki budaya malu dan menempatkan akuntabilitas serta integritas diatas kepentingan pribadi.

Untuk tujuan tersebut, Rahayu Saraswati lebih memilih mundur ketimbang mempertahankan ambisi kekuasaan dan kenikmatan tanpa rasa malu.

Melihat perkembangan akhir akhir ini, banyak anggota DPRRI walaupun telah dipermalukan karena tidak kompeten tetapi tidak mau mengundurkan diri, atau dengan kata lain tidak memiliki kompetensi untuk memahami kesalahan dan arogansinya sehingga tidak merasa malu.

Seperti yang dikatakan oleh Saras; “berjuang demi bangsa tidak harus menjadi anggota DPR!”
Pelajaran lain dari pengunduran diri Rahayu Saraswati; “ternyata tidak semua anggota DPR memalukan”.

Tags:

DPR RILaksamana SukardiRahayu saraswati
Author

Redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

INW: Kapolda Metro Jaya Harus Sikat Bos Narkoba di THM Escape dan Pujasera

Next

Polres Jakbar Musnahkan 8,7 Kg Sabu dan 6,2 Kg Ganja

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Company

  • HOME
  • NASIONAL
  • POLHUKAM
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • TOKOH
  • REDAKSI

Ads

  • NASIONAL
  • OPINI
  • PERISTIWA
  • POLHUKAM
  • TOKOH

Links

  • Newsletter
Copyright 2026 — JMP. All rights reserved. {{mtmnetwork}}