Jaringan Mitra Publik

Bina Kemandirian WBP, Rutan Banyumas Tebar Ratusan Benih Gurame dan Lele

0

BANYUMAS, JMPnews – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas terus berkomitmen memberikan bekal keterampilan produktif bagi warga binaan. Hal ini dibuktikan melalui kegiatan Rutan Banyumas yang kembali melakukan penebaran ratusan benih ikan air tawar di area kolam budidaya Rutan, Rabu (03/06).

Langkah ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian berkelanjutan, sekaligus upaya mengoptimalkan sarana asimilasi dan edukasi di bidang perikanan.
.
Dalam kegiatan kali ini, Rutan Banyumas menebar sebanyak 735 ekor benih ikan gurame dan 100 ekor benih ikan lele. Penambahan ratusan benih ikan tersebut diharapkan dapat memaksimalkan kapasitas kolam produktif yang dikelola oleh pihak Rutan dalam mendukung ketahanan pangan.
.
Menariknya, selain memanfaatkan area kolam konvensional, program pembinaan kali ini juga menerapkan inovasi kreatif berupa pemanfaatan galon air mineral bekas sebagai media pembesaran ikan alternatif. Langkah ini diambil sebagai solusi menyiasati keterbatasan lahan sekaligus mengedukasi warga binaan mengenai konsep urban farming yang ramah lingkungan dan bernilai guna.

Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, memantau langsung proses penebaran benih ini dan memberikan apresiasinya terhadap keberlanjutan program serta inovasi yang dilakukan

“Penebaran benih ikan gurame dan lele ini adalah langkah nyata kita dalam memperkuat program ketahanan pangan, sekaligus memastikan fungsi pembinaan kemandirian berjalan dengan optimal di dalam Rutan,” ujar Anggi Febiakto.

“Melalui budidaya perikanan ini, kami berharap para warga binaan tidak hanya sekadar mengisi waktu dengan kegiatan positif, tetapi benar-benar menyerap ilmu dan keterampilan budidaya secara mendalam. Apalagi dengan adanya inovasi media galon bekas, mereka belajar bahwa keterbatasan modal atau lahan bukan halangan untuk produktif. Ketika mereka bebas nanti dan kembali ke masyarakat, keahlian ini bisa menjadi bekal berharga untuk membuka usaha mandiri yang produktif dan bernilai ekonomis,” tambah Anggi.

Proses perawatan, mulai dari pemberian pakan berkala hingga pemeliharaan kualitas air kolam maupun media galon, nantinya akan dikelola langsung oleh warga binaan yang terdaftar dalam program asimilasi dengan pengawasan ketat dari petugas pemasyarakatan.

Selain bermanfaat sebagai sarana edukasi, hasil panen dari budidaya ikan ini nantinya juga diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi internal serta berkontribusi pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

Leave A Reply

Your email address will not be published.