SEMARANG, JMPnews – Lapas Kelas I Semarang bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Bahaya Narkoba bagi warga binaan. Kepala Bagian Tata Usaha, Yudi Winardi selaku Plh. Kepala Lapas membuka kegiatan bersama Kabid Pelayanan dan Pembinaan dan Kabid Giatja Lapas Semarang.
Sebanyak 60 warga binaan dengan perkara narkotika ikut dalam kegiatan tersebut. Mewakili Kepala BNN Provinsi Jateng, Penyidik Ahli Madya, KBP. F Sandy Sitepu, memberikan penjelasan mengenai bahaya narkoba kepada warga binaan.
“Penyalahgunaan narkoba dapat merusak sistem saraf, menurunkan kesadaran, memicu tindakan kriminal, serta menyebabkan ketergantungan yang sulit dihentikan apabila tidak ditangani secara serius,” ucap Sandy.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk upaya pembinaan dan pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan Lapas. Sandy Sitepu juga memberikan pemahaman mendalam tentang dampak buruk narkoba terhadap kesehatan fisik, mental, kehidupan sosial, hingga masa depan seseorang.
Melalui edukasi ini, warga binaan diajak untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjauhi narkoba serta membangun komitmen untuk menjalani hidup yang lebih sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Sebagai langkah pencegahan, warga binaan diminta untuk melaksanakan tes urin. Pengambilan sampel dilakukan oleh petugas Klinik Pratama Lapas Semarang. Hasil dari tes tersebut menyatakan 60 warga binaan negatif mengkonsumsi narkoba.