Jaringan Mitra Publik

Program Kesetaraan, Rutan Banyumas Tegaskan Komitmen Pendidikan WBP

0

BANYUMAS, JMPnews – Rutan Banyumas menegaskan komitmennya dalam mendukung Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C Tahun Pelajaran 2026/2027 melalui keikutsertaan aktif dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Aula Tut Wuri Handayani Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Rabu (4/3).

Rapat dipimpin oleh Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat, Dwi Kustantinah, serta dihadiri Penilik Dinas Pendidikan, Kepala SKB Ajibarang, SKB Kalibagor, SKB Purwokerto, pimpinan PKBM se-Kabupaten Banyumas, unsur Lapas Purwokerto, Lapas Narkotika, dan Rutan Banyumas sendiri yang diwakili Kasubsi Pelayanan Tahanan, Sigit Purwanto.

Dalam arahannya, Dwi Kustantinah menegaskan bahwa pendidikan kesetaraan merupakan instrumen strategis untuk menekan Angka Tidak Sekolah (ATS) dan Angka Putus Sekolah (APS) di Kabupaten Banyumas, yang pada pertengahan 2025 sempat menyentuh angka 13.000.

“Kita tidak boleh membiarkan satu pun warga, termasuk warga binaan, kehilangan hak pendidikannya. Pendidikan kesetaraan adalah jembatan harapan. Ini adalah perjuangan bersama untuk menurunkan ATS dan APS di Banyumas,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan jajaran Pemasyarakatan menjadi bagian penting dalam memperluas akses layanan pendidikan nonformal.

“Kami dari Dinas Pendidikan siap bersinergi penuh dengan Lapas dan Rutan. Program ini harus berjalan terstruktur, terpantau, dan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masa depan peserta didik,” tambah Dwi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi penguatan Program Aksi (Proksi) Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya Proksi Nomor 11 tentang Pendidikan Kesetaraan bagi Narapidana dan Anak Binaan.

Bagi Rutan Banyumas, keikutsertaan dalam rakor ini bukan sekadar memenuhi undangan koordinasi, melainkan langkah strategis memastikan kesiapan teknis dan administratif pelaksanaan program di dalam rutan.

Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Banyumas, Sigit Purwanto menyampaikan bahwa pihaknya siap melakukan pendataan warga binaan yang memenuhi syarat, memfasilitasi ruang belajar, serta menjamin keamanan dan ketertiban selama proses pembelajaran berlangsung.

“Kami ingin memastikan bahwa warga binaan yang putus sekolah memiliki kesempatan kedua. Pendidikan ini menjadi bagian penting dari pembinaan kepribadian dan bekal reintegrasi sosial mereka,” ujarnya.

Rutan Banyumas juga menyambut baik dukungan PKBM dan SKB, terutama dalam penyusunan kontrak belajar, alur pendaftaran peserta didik, hingga mekanisme evaluasi pembelajaran.

Sinergi untuk Masa Depan WBP
Forum diskusi menghasilkan komitmen bersama antara Dinas Pendidikan, SKB, PKBM, dan jajaran Pemasyarakatan untuk menjaga kualitas pembelajaran sekaligus memastikan aspek keamanan dan kenyamanan dalam pelaksanaan kegiatan.

Dengan koordinasi yang matang, Rutan Banyumas optimistis Program Pendidikan Kesetaraan Tahun Pelajaran 2026/2027 dapat berjalan efektif, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi warga binaan. Melalui pendidikan, Rutan Banyumas berharap warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga menata ulang masa depan dengan bekal ilmu, keterampilan, dan rasa percaya diri untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.

Leave A Reply

Your email address will not be published.