CIANJUR, JMPnews – Menjelang arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri 2026, Polres Cianjur mematangkan skema pengamanan melalui Operasi Ketupat Lodaya 2026 dengan menyiagakan 23 pos pengamanan serta memetakan jalur rawan bencana di wilayahnya.
Sebanyak 23 titik pos yang disiapkan terdiri atas satu Pos Terpadu, 13 Pos Pengamanan, dan 10 Pos Pelayanan. Pos-pos tersebut tersebar dari wilayah utara hingga selatan Kabupaten Cianjur guna memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat.
Kapolres Cianjur Akhmad Alexander Yurikho Hadi menegaskan, seluruh skema pengamanan telah dibahas melalui rapat pimpinan lintas sektoral tingkat nasional dan melibatkan unsur TNI, Pemerintah Kabupaten Cianjur, Basarnas, hingga BNPB.
“Seluruh kekuatan kami kerahkan untuk menjamin keamanan dan kelancaran arus mudik. Kehadiran pos-pos ini adalah bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat,” ujar Alexander dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, pengamanan tahun ini memberi perhatian khusus pada potensi bencana alam dan titik rawan kecelakaan (blackspot). Di wilayah utara, jalur Puncak-Cipanas, Cugenang, serta Jalan Raya Bandung–Cianjur menjadi fokus pengawasan karena memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Sementara itu, di jalur selatan, Polres Cianjur telah mengidentifikasi sedikitnya 18 titik rawan bencana hidrometeorologi yang berpotensi mengganggu mobilitas warga.
“Kami sudah memetakan 18 titik rawan bencana di jalur selatan. Personel akan disiagakan untuk mengantisipasi longsor, banjir, maupun gangguan lain agar penanganannya bisa cepat dan tidak menimbulkan kemacetan panjang,” katanya.
Selain fungsi pengamanan, posko di jalur selatan juga disiapkan sebagai pusat pelayanan bagi pemudik maupun wisatawan yang menuju kawasan Cidaun, Sindangbarang, hingga Agrabinta.
Alexander menekankan bahwa pihaknya berkomitmen menekan angka kecelakaan serta merespons cepat potensi bencana demi terciptanya situasi kondusif selama Lebaran.
“Kami ingin masyarakat yang mudik maupun berwisata merasa aman dan nyaman. Operasi ini bukan hanya pengamanan lalu lintas, tetapi juga perlindungan maksimal terhadap keselamatan warga,” tegasnya.