Jaringan Mitra Publik

Bos Narkoba Diskotik Pujasera Tak Tersentuh, Ekstasi di Jual Rp 1.2 Juta Perbutir

0

JAKARTA – Ekstasi dan narkoba seolah tak terpisahkan dari yang namanya diskotek atau tempat hiburan malam. Para pecinta butiran ekstasi pun selalu mencari tempat hiburan yang dinilai mudah untuk mendapatkan barang haram tersebut.

Salah satu tempat favorit yang menjadi destinasi para penyuka hiburan malam untuk mencari ekstasi salah satunya adalah Diskotek Pujasera. Bahkan mereka menyebut jika Pujasera adalah sorga pecandu narkoba jenis ekstasi.

“Minum apa bang, apa enggak sekalian sama vitaminnya (Pil Ekstasi),’’ kata seorang waitres menyambut kehadiran media ini, awal pekan lalu.

“Harganya ada yang sembilan ratus ribu dan yang paling bagus satu juta dua ratus ribu perbutir. Abang nggak akan kecewa, barangnya tahan lama,” katanya mempromosikan barang dagangannya.

Harga pil ekstasi Rp 1,2 juta boleh terbilang mahal, tapi pencari nikmat gedek-gedek tetap menyesaki hingga ke pojok diskotik.

Terpantau, dikeremangan, para waitres sibuk bolak-balik mengantarkan minuman sambil menyelibkan barang haram tersebut kepada para pengunjung.

Para penikmat dugem (dunia gemerlap), apalagi pelanggan rutin, merasa begitu bebas berjingkrak-jingkrak dari malam hingga siang hari. Mereka seakan sudah tahu, diskotik Pujasera aman dan tidak akan ada petugas yang datang merazia.

PEMBIARAN

Diskotik Pujasera, dulunya bernama Siera Pub, sudah sejak lama menjadi primadona kaum pecandu pil ekstasy. Pasalnya, di diskotik yang dikelola lelaki bernama Enlin ini, nyaris tidak pernah disentuh aparat penegak hukum.

Selain itu dakhir pekan, diskotik ini juga bisa beroperasi hingga siang dan sore hari. Mereka tidak mengindahkan peraturan Pemda Jakarta menyangkut jam operasional THM.

Menariknya, bahkan setelah presiden Prabowo mendengungkan Astha Cita, salah satu butirnya adalah perintah pemberantasan narkoba, tokh bandar narkoba di diskotik Pujasera tetap aman-aman saja. Mereka sejauh ini tak tersentuh. Aparat kepolisian pun seakan tak melihat ada ‘pasar’ narkoba di depan mata.

Kabar yang tersiar menyebut, pemilik diskotik yang bernama Lian Kwie alias Awi memiliki kedekatan dengan orang-orang penting di Jakarta, sehingga usaha ilegal mereka, sejak dahulu hingga saat ini tetap aman-aman saja.

Ikhwal maraknya peredaran narkoba jenis ekstasi disikotik Pujasera ini sudah dikonfirmasi lewat WhatsApp ke Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Ahmad David. Tetapi hingga berita ini ditulis beliau belum memberikan respon.**

Leave A Reply

Your email address will not be published.