Kolaborasi PT PMC dan Warga Sukajaya Hadirkan Wisata Hortikultura Berbasis Edukasi
BOGOR, JMPnews – PT PMC menggandeng masyarakat Desa Sukajaya, Kabupaten Bogor, untuk mengembangkan kawasan agro edu wisata berbasis hortikultura. Program tersebut dirancang tidak hanya sebagai destinasi wisata edukasi, tetapi juga sebagai upaya pemberdayaan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, kemitraan usaha, dan penguatan ketahanan pangan.
Project Manager PT PMC Wilayah Sukajaya, Andi, mengatakan pengembangan kawasan akan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan keterlibatan masyarakat sejak awal proses perencanaan hingga pelaksanaan.
“Lokasi ini berada di Desa Sukajaya, sehingga kami ingin berkolaborasi dengan masyarakat. Program yang kami bangun adalah wisata hortikultura berbasis edukasi yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan langsung oleh warga,” ujar Andi.
Ia menjelaskan, tahapan awal yang sedang dilakukan adalah proses perekrutan tenaga kerja serta penyusunan skema kemitraan dengan masyarakat. Menurutnya, kedua skema tersebut dirancang agar memberikan keuntungan bersama bagi perusahaan maupun warga sekitar.
Setelah proses perekrutan selesai, Andi menjelaskan nantinya PT PMC akan memulai tahapan teknis berupa pengembangan kawasan melalui berbagai program penanaman. Sejumlah komoditas yang akan dikembangkan meliputi tanaman buah, tanaman hortikultura, palawija, hingga pertanian modern yang ditujukan untuk menarik minat generasi muda terhadap sektor pertanian.
“Kami juga akan menghadirkan konsep pertanian modern agar anak-anak muda tertarik bertani tanpa harus identik dengan pekerjaan yang kotor. Semua program sudah kami susun dalam rencana aksi dan akan dilaksanakan secara bertahap,” katanya.
Andi menilai keberadaan agro edu wisata nantinya akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Selain menyerap tenaga kerja secara langsung, kawasan tersebut juga akan menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan berbagai produk lokal.
“Karena konsepnya wisata, kami akan menyediakan etalase bagi produk-produk masyarakat. Jadi manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pekerja yang direkrut, tetapi juga warga yang memiliki usaha maupun produk lokal,” jelasnya.
Sementara itu, Pendamping Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Atika, menyatakan program tersebut sejalan dengan berbagai program pemerintah, baik di bidang ketahanan pangan, pertanian, maupun lingkungan hidup.
Menurutnya, pengembangan agribisnis, agro edu wisata, hingga desa wisata merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan yang berkelanjutan.
“Program seperti ini sangat baik karena memberdayakan masyarakat melalui pola kemitraan. Harapannya masyarakat semakin mandiri, memiliki ketahanan pangan, sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari sektor pertanian,” ujar Atika.
Ia menegaskan pihaknya melihat program tersebut dari sisi pemberdayaan masyarakat, terlepas dari persoalan lain yang berada di luar ruang lingkup tugasnya.
Atika menambahkan, pengembangan sektor pertanian di Sukajaya juga dapat diperkuat melalui kolaborasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), penyuluh pertanian swadaya, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya agar program berjalan secara optimal.
“Selama ini kami memang bekerja sama dengan penyuluh pertanian lapangan maupun penyuluh swadaya. Tujuannya adalah mendukung pemberdayaan masyarakat dan pembangunan di Kabupaten Bogor,” tuturnya.
Melalui kolaborasi tersebut, PT PMC berharap kawasan agro edu wisata di Desa Sukajaya dapat menjadi pusat edukasi pertanian, destinasi wisata berbasis lingkungan, sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kemitraan, UMKM, dan penciptaan lapangan kerja baru.