Jaringan Mitra Publik

Ketahanan Pangan Kemen Imipas, Rutan Banyumas Gelar Panen Lele

0

BANYUMAS, JMPnews — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas terus berupaya menghadirkan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan budidaya perikanan yang berorientasi pada program ketahanan pangan.

Komitmen ini kembali ditunjukkan dengan dilaksanakannya panen hasil budidaya lele yang dilaksanakan di area sarana pembinaan Rutan Kelas IIB Banyumas.

Kegiatan panen lele ini merupakan bagian dari panen raya serentak yang dilaksanakan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta menjadi bukti nyata keterlibatan aktif Rutan Kelas IIB Banyumas dalam mendukung kebijakan nasional, khususnya 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.

Melalui pengelolaan yang terencana dan pendampingan petugas, panen kali ini berhasil menghasilkan total 54,5 kilogram lele yang siap dimanfaatkan.

Budidaya lele tersebut dilaksanakan dengan melibatkan WBP yang telah melalui proses seleksi dan pembinaan. Para WBP secara aktif bertanggung jawab dalam perawatan kolam, pemberian pakan secara terjadwal, pengontrolan kualitas air, hingga menjaga kebersihan lingkungan budidaya.

Keterlibatan langsung ini tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan panen, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran keterampilan kerja yang aplikatif. Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kedisiplinan yang ditunjukkan, Rutan Kelas IIB Banyumas memberikan premi kepada WBP yang terlibat dalam kegiatan perawatan dan budidaya lele tersebut.

Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Banyumas, Cakra Citra Sari, menyampaikan bahwa program ketahanan pangan menjadi bagian penting dari strategi pembinaan kemandirian WBP.

“Kami berharap program ketahanan pangan ini tidak hanya menghasilkan manfaat secara ekonomi, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab, kedisiplinan, serta keterampilan kerja bagi WBP sebagai bekal positif ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ungkapnya.

Dari sudut pandang WBP, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap pola pikir dan keseharian selama menjalani masa pembinaan. Salah satu WBP yang terlibat langsung dalam perawatan budidaya lele, berinisial H (32), mengungkapkan harapannya.

“Kami berharap melalui kegiatan pertanian ini, kami dapat belajar keterampilan baru yang bermanfaat, mengisi waktu dengan kegiatan positif, serta menumbuhkan semangat untuk berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada hasil panen, namun juga pada proses pembinaan yang berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan ini mampu mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan kemandirian WBP di Rutan Banyumas berjalan secara nyata, berkesinambungan, dan memberikan manfaat bagi WBP maupun masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kepala Rutan menambahkan bahwa program ketahanan pangan melalui budidaya lele ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan menjadi salah satu model pembinaan yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan pembinaan yang terarah, WBP diharapkan mampu memiliki keterampilan praktis, etos kerja yang baik, serta kesiapan mental untuk kembali berintegrasi secara positif di tengah masyarakat.

Melalui pelaksanaan panen lele ini, Rutan Kelas IIB Banyumas menegaskan perannya sebagai lembaga pemasyarakatan yang tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga pembinaan yang humanis, produktif, dan berorientasi pada perubahan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara pembinaan kemandirian dan program nasional dapat berjalan seiring demi mewujudkan pemasyarakatan yang bermanfaat dan berdaya guna.

Leave A Reply

Your email address will not be published.