Dukung Ketahanan Pangan, Rutan Banyumas Tebar 500 Bibit Lele untuk Pembinaan Warga Binaan
BANYUMAS, JMPnews – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan menebar 500 bibit ikan lele di Area Bimbingan Kemandirian sebagai bentuk dukungan terhadap Program Asta Cita Presiden dan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kegiatan yang digelar pada Rabu (5/8) itu dipimpin langsung Kepala Rutan Banyumas, Anggi Febiakto, didampingi Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Sigit Purwanto. Sebanyak tiga warga binaan yang mengikuti program asimilasi dan bimbingan kerja turut dilibatkan dalam proses penebaran bibit dan pengelolaan kolam budidaya.
Sebanyak 500 bibit lele ditebar ke kolam budidaya yang berada di area pembinaan Rutan Banyumas. Program ini menjadi bagian dari pembinaan keterampilan di bidang perikanan yang diharapkan mampu memberikan bekal usaha bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat.
Selain melakukan penebaran bibit, Karutan bersama jajaran juga meninjau seluruh fasilitas ketahanan pangan untuk memastikan program pembinaan berjalan sesuai target dan memberikan hasil yang optimal.
Kepala Rutan Banyumas, Anggi Febiakto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah nyata dalam membekali warga binaan dengan keterampilan yang memiliki nilai ekonomis sekaligus mendukung ketahanan pangan.
“Penebaran 500 bibit lele ini adalah wujud nyata komitmen Rutan Banyumas dalam mendukung Program Asta Cita Presiden dan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan terkait ketahanan pangan. Kami ingin Area Bimbingan Kemandirian ini menjadi wadah produktif, sehingga warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh keterampilan budidaya yang dapat menjadi bekal untuk hidup mandiri setelah bebas,” ujar Anggi.
Program tersebut mendapat respons positif dari warga binaan yang terlibat langsung dalam budidaya ikan lele. Salah satu warga binaan berinisial H mengaku bersyukur memperoleh kesempatan belajar sekaligus mengembangkan keterampilan baru.
“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada Pak Karutan dan seluruh petugas yang terus membimbing kami. Lewat kegiatan budidaya lele ini, kami belajar tentang kedisiplinan dan teknik budidaya yang benar. Ilmu ini akan menjadi bekal untuk membuka usaha sendiri setelah selesai menjalani masa pidana,” ungkap H.
Melalui program budidaya perikanan ini, Rutan Banyumas berharap pembinaan tidak hanya menghasilkan manfaat dari sisi ketahanan pangan, tetapi juga mampu membentuk warga binaan yang lebih mandiri, produktif, dan siap berintegrasi kembali di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa hukumannya.