Lapas Semarang Perketat Keamanan Usai Gagalkan Penyelundupan Narkoba, Tambah CCTV dan Intensifkan Patroli
Semarang, JMPnews – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang memperkuat sistem keamanan setelah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba dengan modus pelemparan dari luar tembok lapas. Langkah ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) kembali terjadi.
Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, mengatakan keberhasilan menggagalkan penyelundupan menjadi bahan evaluasi sekaligus momentum untuk meningkatkan sistem pengamanan di seluruh area lapas.
Sebagai tindak lanjut, Lapas Semarang meningkatkan intensitas kontrol keliling (trolling) di area brandgang dan lingkungan sekitar lapas, terutama pada titik-titik yang dinilai rawan dimanfaatkan oleh pihak luar untuk melemparkan barang terlarang ke dalam lapas.
Selain memperketat patroli, petugas juga melakukan pemeriksaan dan perawatan kamera pengawas (CCTV) secara berkala guna memastikan seluruh perangkat berfungsi optimal. Lapas Semarang juga memetakan area yang masih menjadi blind spot dan menambah titik pemasangan CCTV agar pengawasan semakin maksimal.
“Keberhasilan menggagalkan penyelundupan ini tidak membuat kami berpuas diri. Justru menjadi pengingat untuk terus memperkuat sistem pengamanan. Kami meningkatkan patroli di area sekitar lapas, melakukan pengecekan rutin terhadap CCTV, serta menambah kamera pengawas pada titik-titik yang masih menjadi blind spot agar setiap potensi gangguan dapat terdeteksi lebih cepat,” ujar Ahmad Tohari, Rabu (5/8).
Menurutnya, penguatan keamanan tidak hanya dilakukan melalui penambahan sarana dan prasarana, tetapi juga dengan meningkatkan kewaspadaan seluruh petugas melalui pengawasan yang konsisten dan terukur.
Selain itu, Lapas Kelas I Semarang terus memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum serta mengoptimalkan fungsi deteksi dini sebagai bagian dari komitmen mewujudkan lapas yang bersih dari handphone ilegal, peredaran narkoba, dan praktik penipuan.
Langkah tersebut diharapkan mampu mempersempit ruang gerak pelaku penyelundupan sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas Kelas I Semarang sehingga proses pembinaan warga binaan dapat berjalan dengan aman dan optimal.