Jaringan Mitra Publik

Banyak Bangun Kampung Tangguh Anti-Narkoba, Kapan Kapolda Metro Sentuh Pujasera dan Escape Hawai

0

JAKARTA, JMPnews- Polda Metro Jaya terus menekan peredaran narkoba di Jakarta dan sekitarnya. Untuk melakukan hal itu Polda Metro akan membangun 28 kampung tangguh anti-narkoba.

“Kita juga sudah melakukan pembentukan 28 kampung tangguh anti-narkoba di seluruh jajaran sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri kepada wartawan, Selasa (30/9/2025).

Irjen Asep mengatakan pihaknya juga akan gencar melakukan penyuluhan di sekolah hingga kampanye masif pencegahan narkoba di media sosial. Selain itu, patroli kewilayahan di titik rawan narkoba, termasuk pengawasan tempat hiburan malam pun dilakukan.

“Juga kita melaksanakan patroli dialogis di kampung rawan narkoba dan tempat-tempat hiburan,” ujarnya.

Namun apa yang dikatakan oleh Irjen Asep Edi Suheri itu nampaknya masih belum bisa dilakukan secara nyata. Bagaimana tidak masih ada dua tempat hiburan malam yang diduga menjadi ladang bisnis narkoba.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, dua THM tersebut adalah Escape Hawai dan Pujasera. Dimana di dua lokasi tersebut untuk mendapatkan barang haram berjenis ekstasi sangatlah mudah.
“Disana anda tidak perlu mencari, nanti akan ada pegawai atau pelayan yang menawarkan pil haram tersebut,” ucap salah seorang sumber.

Untuk harga yang ditawarkan juga dinilai sangat ekonomis dimana dengan harga Rp 1juta para pengunjung juga sudah bisa mendapatkan sensasi berbeda dari menenggak pil tersebut.

Sementara itu DirresNarkoba Kombes Ahmad David pun enggan memberikan keterangannya perihal banyaknya THM yang masih menjual barang haram jenis ekstasi tersebut.

Dalam rilis pemusnahan barang bukti yang dilakukan pada Selasa (30/9) kemarin dirinya justru tak menjawab pertanyaan yang disampaikan wartawan.

Terpisah, Ketua Indonesia Narcotics Watch (INW) Budi Tanjung berbica blak-blakan seputar adanya keterlibatan oknum nakal dalam peredaran narkoba, khususnya  pil “gedek-gedek” ekstasi didua tempat hiburan malam (THM) di Jakarta Barat, yakni diskotik Puja Sera dan diskotik Escape Hawaii.

“Kalau diminta bukti keterlibatan onum dalam bisnis narkoba, ya sulit. Tapi kita meyakini, mereka (pengelola THM) di diskotik Puja Sera dan Escape Hawai  tidak akan berani menjual narkoba secara terang-terangan kalau tidak ada oknum aparat yang melindungi bisnis mereka,”kata Budi Tanjung, pekan lalu

Menyikapi kondisi tersebut, Budi Tanjung mengatakan harapannya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri yang juga Kepala Satgas Penanggulangan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P3GN) Polri segera melakukan langkah-langkah yang lebih tegas dalam pemberantasan narkoba di wilayah Jakarta sekitarnya.

“Ayo Pak Kapolda, bersihkan Jakarta dari narkoba. Sikat semua tempat hiburan malam yang terbukti menjual narkoba. Usut siapa oknum yang melindungi bisnis narkoba tersebut,”katanya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.