Warga Binaan Lapas Semarang Ikuti Program Hapus Tato, Wujud Komitmen Hijrah dan Perbaiki Diri
Semarang, JMPnews – Sebanyak 58 warga binaan muslim di Lapas Kelas I Semarang mengikuti kegiatan pembinaan keagamaan yang dirangkai dengan program hapus tato bekerja sama dengan Lembaga Mualaf Center Indonesia, Rabu (29/7). Dari jumlah tersebut, tujuh warga binaan mengikuti tahap awal penghapusan tato sebagai bentuk komitmen untuk memperbaiki diri.
Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, mengatakan program tersebut bertujuan menumbuhkan semangat hijrah dan perubahan positif bagi warga binaan agar siap kembali ke masyarakat.
“Program hapus tato ini menjadi salah satu bentuk komitmen warga binaan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara bertahap sebanyak lima kali karena proses penghapusan tato membutuhkan kesabaran,” ujar Tohari.
Salah satu peserta, Sudrajat, warga binaan kasus narkotika yang telah menjalani 10 tahun dari total hukuman 15 tahun, mengaku telah lama ingin menghapus tato yang dibuat sejak usia 17 tahun akibat pengaruh pergaulan.
Ia memiliki lima tato di tangan dan kaki yang kini ingin dihilangkan karena khawatir memberi stigma negatif saat kembali ke tengah masyarakat.
“Saya sudah lama ingin menghapus tato, tetapi tidak ada kesempatan. Saat Lapas mengadakan program ini, saya langsung ikut karena ingin benar-benar berubah,” kata Sudrajat.
Selama menjalani pembinaan di Lapas Semarang, Sudrajat aktif bekerja di unit laundry selama sekitar enam tahun dan rutin mengikuti kegiatan pesantren, seperti salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, serta kajian keagamaan. Penghasilan dari pekerjaannya juga dikirimkan untuk membantu biaya sekolah anaknya.
Dengan sisa masa pidana yang tinggal sedikit, Sudrajat berharap seluruh tatonya dapat hilang sehingga ia dapat memulai kehidupan baru dan kembali diterima di tengah masyarakat.