BANYUMAS, JMPnews — Dalam rangka memperkuat komitmen pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas melaksanakan kegiatan assessment terhadap seluruh pegawai dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menanamkan nilai-nilai integritas, profesionalisme, dan kedisiplinan di lingkungan pemasyarakatan.
Assessment dilaksanakan secara menyeluruh dan objektif oleh jajaran pejabat struktural Rutan Banyumas, yaitu Kepala Sub Seksi Pengelolaan, Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, serta Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR).
Seluruh pegawai dan CPNS mengikuti rangkaian assessment yang mencakup evaluasi kinerja, pemahaman tugas dan fungsi, kedisiplinan, integritas, serta komitmen dalam mendukung reformasi birokrasi dan pelayanan publik yang bersih.
Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, menyampaikan bahwa kegiatan assessment ini tidak hanya berfungsi sebagai alat penilaian, tetapi juga sebagai sarana pembinaan dan penguatan budaya kerja yang berorientasi pada peningkatan kualitas layanan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan Zona Integritas sangat bergantung pada peran aktif dan kesadaran seluruh pegawai.
“Kami berharap assessment ini dapat mendorong peningkatan profesionalisme, kedisiplinan, dan integritas seluruh pegawai sehingga pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM di Rutan Banyumas dapat terwujud secara nyata dan berkelanjutan,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas IIB Banyumas, Ronitua Tambunan, menekankan bahwa assessment memiliki peran penting dalam memastikan setiap petugas, khususnya di bidang pengamanan, mampu menjalankan tugas secara profesional dan sesuai dengan standar operasional yang berlaku. Ia menegaskan bahwa integritas dan tanggung jawab petugas merupakan kunci utama dalam menciptakan situasi rutan yang aman, tertib, dan kondusif.
“Kami berharap melalui assessment ini, setiap petugas semakin memahami standar pengamanan yang profesional, menjunjung tinggi integritas, serta mampu menjalankan tugas secara bertanggung jawab tanpa penyimpangan,” ujarnya.
Dari sisi peserta, salah satu pegawai yang mengikuti assessment, Dodit, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan ruang refleksi dan evaluasi diri bagi seluruh pegawai. Ia menilai assessment menjadi momentum penting untuk mengetahui sejauh mana kemampuan dan sikap kerja yang telah dijalankan selama ini.
“Saya berharap assessment ini dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kelebihan dan kekurangan kami sebagai pegawai, sehingga ke depan kami dapat memperbaiki kinerja, meningkatkan integritas, dan turut berkontribusi aktif dalam pembangunan Zona Integritas di Rutan Banyumas,” tuturnya.
Melalui pelaksanaan assessment ini, Rutan Kelas IIB Banyumas menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan internal secara berkelanjutan. Diharapkan, hasil assessment dapat menjadi dasar perbaikan dan penguatan kinerja pegawai, sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola pemasyarakatan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima.