BANYUMAS, JMPnews — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1447 H yang dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama pembinaan keagamaan bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai Rutan Kelas IIB Banyumas serta seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Banyumas, sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat pembinaan kepribadian dan kerohanian di lingkungan pemasyarakatan.
Peringatan Isra Mi’raj tersebut berlangsung khidmat dan penuh makna. Selain menjadi agenda keagamaan, kegiatan ini juga menjadi momentum strategis untuk mempererat sinergi antarinstansi dalam mendukung program pembinaan Warga Binaan. Melalui kerja sama dengan Kemenag Banyumas, Rutan Kelas IIB Banyumas berupaya menghadirkan pembinaan keagamaan yang lebih terarah, sistematis, dan berkelanjutan, sehingga nilai-nilai spiritual dapat tertanam kuat dalam diri Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan.
Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj memiliki makna yang sangat mendalam bagi seluruh pihak, khususnya dalam konteks pembinaan di rutan. Ia menegaskan bahwa kerja sama dengan Kemenag Banyumas merupakan langkah nyata dalam memperkuat pembinaan kepribadian dan kerohanian Warga Binaan.
“Kami berharap kerja sama dengan Kemenag Banyumas dapat memperkuat pembinaan kepribadian dan kerohanian Warga Binaan secara berkelanjutan. Melalui momentum Isra Mi’raj ini, Warga Binaan mampu meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, dan memiliki bekal spiritual yang baik saat kembali ke masyarakat,” ujar Anggi Febiakto.
Ia juga menambahkan bahwa pembinaan spiritual menjadi salah satu pondasi penting dalam membentuk karakter Warga Binaan agar lebih siap untuk berintegrasi kembali ke tengah masyarakat dengan sikap dan perilaku yang positif.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ibnu Assaddudin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama pembinaan keagamaan antara Rutan Kelas IIB Banyumas dan Kemenag Banyumas. Menurutnya, kolaborasi lintas instansi ini merupakan langkah strategis dalam menghadirkan pembinaan rohani yang inklusif dan berkelanjutan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan.
“Kami berharap kerja sama antara Kemenag Kabupaten Banyumas dan Rutan Kelas IIB Banyumas ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan. Melalui pembinaan keagamaan yang terarah, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran beragama, memperkuat akhlak, serta membekali Warga Binaan dengan nilai-nilai spiritual sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” ungkap Ibnu Assaddudin.
Kegiatan pengajian Isra Mi’raj diisi oleh Ustad Muhammad Sodiq dari Kemenag Kabupaten Banyumas. Dalam tausiyahnya, ia mengulas makna dan hikmah peristiwa Isra Mi’raj sebagai perjalanan agung Nabi Muhammad SAW yang sarat dengan nilai keimanan, ketakwaan, ketaatan, serta keteladanan dalam menjalani kehidupan. Ia menekankan pentingnya menjadikan peristiwa Isra Mi’raj sebagai momentum introspeksi diri dan penguatan hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Ustad Muhammad Sodiq juga menyampaikan harapannya terkait pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami berharap kegiatan pengajian Isra Mi’raj ini dapat menanamkan nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW kepada Warga Binaan serta harap saya kerja sama yang terjalin mampu mendukung pembinaan keagamaan yang konsisten dan memberi dampak positif bagi perubahan sikap dan perilaku Warga Binaan,” ungkapnya. Menurutnya, sinergi antara Rutan Banyumas dan Kemenag Banyumas menjadi faktor penting dalam menciptakan pembinaan rohani yang berkesinambungan dan bermakna.
Antusiasme dan kekhusyukan terlihat dari seluruh peserta yang mengikuti kegiatan, baik pegawai maupun Warga Binaan. Salah satu Warga Binaan berinisial R (21) menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pengajian Isra Mi’raj memberikan ketenangan batin serta motivasi untuk terus memperbaiki diri.
“Saya berharap kegiatan keagamaan seperti pengajian Isra Mi’raj dapat terus dilaksanakan secara rutin. Pembinaan kerohanian sangat membantu Warga Binaan dalam introspeksi diri dan menumbuhkan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Melalui peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1447 H yang dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama bersama Kemenag Kabupaten Banyumas ini, Rutan Kelas IIB Banyumas menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan yang humanis, religius, dan berorientasi pada perubahan positif. Diharapkan, pembinaan keagamaan yang berkelanjutan mampu menjadi bekal berharga bagi Warga Binaan dalam menjalani masa pembinaan serta saat kembali dan berperan aktif di tengah masyarakat.