Jaringan Mitra Publik

Sepekan Operasi Pekat Jaya 2026: Polda Metro Amankan 105 Pelaku Tawuran dan Puluhan Senjata Tajam

0

JAKARTA, JMPnews – Polda Metro Jaya menunjukkan keseriusannya dalam menekan angka kriminalitas jalanan. Memasuki sepekan pelaksanaan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Jaya 2026, kepolisian berhasil mengamankan 105 orang yang terindikasi kuat terlibat dalam aksi tawuran di wilayah hukum Jakarta dan sekitarnya.

​Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Imam Imanuddin, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan langkah preventif sekaligus represif untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif. Operasi Pekat Jaya sendiri dijadwalkan berlangsung selama 15 hari, mulai dari 28 Januari hingga 11 Februari 2026.

​“Sejak dimulainya operasi pada 28 Januari lalu, aparat Kepolisian telah melakukan penindakan terhadap potensi gangguan keamanan, khususnya indikasi tawuran, dengan total 105 orang diamankan,” ujar Kombes Imam didampingi Kasubdit Jatanras AKBP Abdul Rohim dalam konferensi pers, Rabu (4/2/2026).

​Penangkapan tersebut tersebar di sejumlah titik rawan yang dipantau melalui kolaborasi antara Polda Metro Jaya dengan Polres Metro Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan. Berdasarkan data kepolisian, dari total 105 orang yang terjaring, 74 di antaranya merupakan kategori dewasa, sedangkan 31 lainnya masih di bawah umur atau kategori anak.

​Terhadap 31 anak yang diamankan, Kombes Imam menegaskan pihaknya menerapkan penanganan selektif melalui pendekatan pembinaan. Namun, polisi tidak main-main dalam penyitaan barang bukti. Dari tangan para pelaku, petugas mengamankan puluhan senjata tajam jenis celurit dengan panjang mencapai satu meter yang diduga kuat akan digunakan untuk melukai lawan.

​Selain senjata tajam, penyidik juga menyita sejumlah telepon seluler milik para pelaku. Saat ini, kepolisian tengah melakukan analisis forensik digital untuk menelusuri jejak komunikasi yang berkaitan dengan rencana tawuran tersebut.

​“Kami lakukan analisis forensik digital pada telepon seluler yang diamankan untuk menelusuri jejak-jejak digital yang berkaitan dengan koordinasi aksi tawuran,” pungkas Imam.

Leave A Reply

Your email address will not be published.