Rutan Banyumas dan BAZNAS Perkuat Sinergi Pembinaan dan Kemandirian Warga Binaan
Banyumas, JMP News — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam mendukung pelaksanaan program pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyumas, Selasa (29/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi sekaligus membahas rencana Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Rutan Banyumas dan BAZNAS Kabupaten Banyumas. Kerja sama ini diarahkan untuk mendukung program pembinaan kepribadian dan kemandirian WBP, termasuk melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Banyumas yang hadir dalam kunjungan tersebut dipimpin Ketua BAZNAS Kabupaten Banyumas Khasanatul Mufidah. Rombongan diterima Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas Anggi Febiakto bersama jajaran pejabat struktural dan Kepala Sub Seksi Rutan Banyumas.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan untuk memperkuat pembinaan WBP. Selain aspek kepribadian dan mental spiritual, kerja sama juga diarahkan pada pengembangan berbagai kegiatan produktif yang dapat membekali warga binaan dengan keterampilan dan kemampuan untuk hidup mandiri setelah menyelesaikan masa pidananya.
Usai melakukan koordinasi, jajaran BAZNAS Kabupaten Banyumas bersama pihak Rutan Banyumas meninjau sejumlah fasilitas dan area pembinaan. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung berbagai kegiatan yang selama ini telah berjalan di lingkungan Rutan.
Sejumlah lokasi yang ditinjau antara lain tempat ibadah yang digunakan sebagai sarana pembinaan kepribadian dan spiritual, bengkel kerja sebagai tempat pelatihan keterampilan, serta sejumlah potensi sumber daya pangan yang dikembangkan di lingkungan Rutan Banyumas.
Kepala Rutan Banyumas, Anggi Febiakto, menyambut baik rencana sinergi tersebut. Menurutnya, dukungan dari BAZNAS dapat menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas maupun fasilitas program pembinaan bagi WBP.
“Sinergi ini diharapkan dapat memicu peningkatan fasilitas serta kualitas program pembinaan di dalam Rutan Banyumas sejalan dengan fungsi pemasyarakatan, dalam membentuk manusia yang bertaubat dan mandiri,” ujar Anggi Febiakto.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Banyumas Khasanatul Mufidah mengungkapkan apresiasinya terhadap kondisi lingkungan Rutan Banyumas serta berbagai kegiatan pemberdayaan yang telah dilaksanakan.
“Kesan pertama saya, lingkungannya bersih dan pemberdayaannya juga sangat luar biasa, mulai dari peternakan, perikanan, hingga pertanian,” kata Khasanatul Mufidah.
Ia menilai berbagai kegiatan tersebut menunjukkan adanya potensi besar yang dapat terus dikembangkan, khususnya dengan melihat usia produktif sebagian warga binaan.
“Melihat potensi warga binaan yang masih berada di usia produktif, ke depannya kami berharap dapat berkolaborasi dengan Rutan Banyumas untuk mengadakan program-program yang produktif,” lanjutnya.
Menurut Khasanatul Mufidah, pembinaan tidak hanya penting selama warga binaan menjalani masa pidana, tetapi juga harus memberikan bekal yang dapat diterapkan ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
“Harapannya, setelah keluar dari sini, mereka dapat menjadi masyarakat yang lebih baik serta mandiri secara ekonomi maupun mental,” ujarnya.
Rencana kerja sama tersebut saat ini masih dalam tahap pematangan naskah PKS. Melalui kerja sama yang nantinya dibangun, Rutan Banyumas dan BAZNAS Kabupaten Banyumas diharapkan dapat mengembangkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan tidak berhenti pada dukungan fasilitas, tetapi dapat berkembang menjadi program pemberdayaan yang berkelanjutan, sehingga warga binaan memiliki kesempatan untuk meningkatkan keterampilan, membangun kemandirian, sekaligus mempersiapkan diri kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Dengan adanya sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan lembaga pengelola zakat tersebut, program pembinaan di Rutan Banyumas diharapkan semakin mampu menyentuh aspek spiritual, keterampilan, produktivitas, serta kemandirian ekonomi warga binaan sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial.***