Cianjur, JMPnews – Sebanyak 11 perempuan pekerja seks komersial (PSK) diamankan tim gabungan dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) di empat wilayah kecamatan Kabupaten Cianjur, Rabu (4/2/2026). Penindakan ini merupakan bagian dari upaya menciptakan situasi kondusif menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Kapolres Cianjur, AKBP A. Alexander Yurikho Hadi, menjelaskan bahwa operasi skala besar ini menyisir titik-titik rawan prostitusi di wilayah Cianjur Kota, Cilaku, Karangtengah, dan Sukaluyu. Namun, alih-alih sekadar penegakan hukum, para perempuan yang terjaring diarahkan untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik.
”Ini adalah upaya menciptakan kondisi lingkungan yang kondusif menyambut Ramadhan. Setelah diamankan dan menjalani asesmen, mereka langsung dikirim ke UPTD PPS Dinas Sosial Provinsi di Nagrak, Kabupaten Sukabumi,” ujar AKBP Alexander.
Di lembaga sosial tersebut, belasan wanita ini tidak hanya menjalani pembinaan mental, tetapi juga akan dibekali dengan berbagai pelatihan keterampilan selama tiga bulan ke depan. Program ini diharapkan dapat memberikan keahlian baru bagi mereka untuk keluar dari jerat prostitusi.
”Selama tiga bulan, mereka akan diberikan berbagai pelatihan untuk membekali diri dengan keahlian baru sehingga memiliki kemandirian ekonomi nantinya,” tegas Alexander.
Polres Cianjur memastikan patroli gabungan serupa akan terus diintensifkan. Selain menyasar praktik prostitusi, petugas juga akan memperluas jangkauan operasi pada pemberantasan peredaran minuman keras oplosan serta praktik judi online guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap terkendali.