Polda Metro Jaya Kerahkan 9.242 Personel Amankan Demo Mahasiswa Siang Ini
JAKARTA, JMPnews — Polda Metro Jaya mengerahkan 9.242 personel gabungan untuk mengamankan 47 kegiatan yang berlangsung di wilayah hukum Polda Metro Jaya pada Selasa (18/8/2026).
Dari 47 kegiatan tersebut, sebanyak 31 merupakan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum, sedangkan 16 lainnya merupakan kegiatan masyarakat.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, ribuan personel tersebut terdiri dari 5.670 personel Polda Metro Jaya, 222 personel Polres jajaran, 1.500 personel TNI, dan 1.850 personel BKO Mabes Polri.
Sebelum menjalankan tugas, seluruh personel mengikuti apel pengamanan di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya pada pukul 08.00 WIB.
“Kami mengapresiasi rekan-rekan mahasiswa yang telah menyampaikan pemberitahuan kegiatan. Kehadiran TNI, Polri, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bertujuan memberikan rasa aman agar aspirasi dapat tersampaikan dengan baik,” ujar Budi Hermanto.
Menurut Budi, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak warga negara yang dilindungi Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998. Namun, peserta aksi tetap diwajibkan menghormati hak dan kebebasan orang lain serta menjaga keamanan dan ketertiban umum.
Selain mengamankan kegiatan penyampaian aspirasi, polisi tetap memperhatikan aktivitas masyarakat lainnya, termasuk kegiatan pendidikan, pekerjaan, perekonomian, transportasi, dan aktivitas sehari-hari.
“Di sekitar lokasi kegiatan masih banyak masyarakat yang menjalankan aktivitas rutin. Karena itu, kami berharap penyampaian aspirasi tetap berjalan tertib dengan memperhatikan hak masyarakat lainnya,” katanya.
Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar Bundaran HI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Monas, dan kawasan sekitarnya untuk memperhatikan informasi terbaru serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional dengan melihat kondisi arus kendaraan. Pengalihan arus dilakukan apabila terjadi kepadatan dan dinilai diperlukan untuk menjaga kelancaran lalu lintas.
Di tengah pengamanan tersebut, personel Polda Metro Jaya juga mengenakan pita hitam di lengan kiri sebagai simbol solidaritas dan duka cita atas musibah gempa bumi yang menimpa masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Pita hitam yang kami kenakan merupakan bentuk solidaritas dan duka cita atas musibah yang dialami saudara-saudara kita di NTT. Kami mendoakan masyarakat terdampak diberikan kekuatan dan proses penanganan dapat berjalan lancar,” pungkas Budi Hermanto.
Polda Metro Jaya berharap seluruh kegiatan di Jakarta dan sekitarnya, baik penyampaian pendapat maupun aktivitas masyarakat, dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.