Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
logo jmp JMP

Jaringan Mitra Publik

logo jmp JMP

Jaringan Mitra Publik

  • HOME
  • NASIONAL
  • POLHUKAM
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • TOKOH
  • REDAKSI

Archives

  • November 2026
  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • December 2024

Categories

  • INTERNATIONAL
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PERISTIWA
  • POLHUKAM
  • TOKOH
  • HOME
  • NASIONAL
  • POLHUKAM
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • TOKOH
  • REDAKSI
Subscribe
Close

Search

PERISTIWA

Lapas Semarang Jadi Lokasi Uji Standar Kesehatan Warga Binaan, 30 Napi Dilibatkan

By Redaksi
November 4, 2026 2 Min Read
0

SEMARANG – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga binaan terus diperkuat. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang bersama Direktorat Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi (Dirkeswat) menggelar uji petik instrumen penyusunan Standar Promosi Kesehatan dan Pencegahan Penyakit, Rabu (4/11/2026).

Sebanyak 30 warga binaan dilibatkan sebagai responden dalam kegiatan tersebut. Uji petik ini dilakukan untuk mengukur kesesuaian instrumen yang telah disusun sekaligus menggali kondisi nyata pelaksanaan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit di lingkungan lapas.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kunjungan Lapas Semarang itu juga melibatkan pejabat struktural serta tenaga kesehatan, termasuk dokter dan perawat. Rangkaian kegiatan meliputi pemeriksaan instrumen, diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD), serta wawancara untuk memperoleh masukan dari para peserta.

Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, mengatakan penyusunan standar tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi warga binaan berjalan lebih terukur dan sesuai kebutuhan.

“Kami menyambut baik pelaksanaan uji petik instrumen ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan. Masukan dan evaluasi yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bahan penyempurnaan standar, sehingga pelaksanaan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit bagi warga binaan semakin terukur, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan,” ujar Ahmad Tohari.

Sementara itu, perwakilan Tim Dirkeswat, dr. Ummu Salamah, menjelaskan bahwa uji petik diperlukan untuk memastikan instrumen yang disusun dapat dipahami dan diterapkan sesuai kondisi lapangan.

Hasil verifikasi dan evaluasi tersebut nantinya menjadi bahan penyempurnaan standar promosi kesehatan dan pencegahan penyakit di satuan kerja pemasyarakatan.

Ahmad Tohari berharap kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara Lapas Semarang dan Dirkeswat dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Dengan standar yang lebih komprehensif, upaya pencegahan penyakit dan edukasi kesehatan bagi warga binaan diharapkan dapat berjalan lebih optimal.

Tags:

Ahmad tohariKesehatan WBPLapas semarangStandar kesehatan
Author

Redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Bersama Masyarakat, Satresnarkoba Polres Pakpak Bharat Ringkus Mantan Residivis Kasus Narkotika

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Company

  • HOME
  • NASIONAL
  • POLHUKAM
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • TOKOH
  • REDAKSI

Ads

  • NASIONAL
  • OPINI
  • PERISTIWA
  • POLHUKAM
  • TOKOH

Links

  • Newsletter
Copyright 2026 — JMP. All rights reserved. {{mtmnetwork}}