Lapas Batang Panen 17 Melon, Warga Binaan Dibekali Keterampilan Bertani
Batang, JMP News – Lahan terbatas bukan menjadi penghalang bagi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang untuk mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Memanfaatkan lahan idle di sekitar blok hunian, Lapas Batang berhasil memanen 17 buah melon hasil budidaya warga binaan, Selasa (22/9/2026).
Panen tersebut menjadi salah satu bukti bahwa program pembinaan di bidang pertanian tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk, tetapi juga menjadi sarana memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kegiatan panen dihadiri Kepala Lapas Batang Nurhamdan bersama jajaran pejabat struktural, peserta magang, serta perwakilan warga binaan yang terlibat dalam proses budidaya. Mereka mengikuti proses pemetikan melon yang sebelumnya dirawat secara bertahap mulai dari penyiapan media tanam hingga masa panen.
Nurhamdan mengatakan, pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan. Karena itu, berbagai kegiatan produktif terus dikembangkan dengan memanfaatkan potensi dan fasilitas yang tersedia di lingkungan Lapas.
“Pembinaan kemandirian merupakan bekal krusial bagi warga binaan. Melalui kegiatan budidaya pertanian seperti penanaman melon ini, kami ingin memberikan keterampilan praktis agar kelak saat bebas dan kembali ke tengah masyarakat, mereka memiliki modal keahlian untuk mandiri secara ekonomi,” ujar Nurhamdan, dilansir, Selasa (22/9/2026).
Menurutnya, keberhasilan memanfaatkan lahan idle menjadi area produktif juga menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan dapat dilakukan secara kreatif meski dengan keterbatasan lahan.
Salah seorang warga binaan yang ikut dalam proses perawatan hingga panen, T, mengaku mendapatkan pengalaman baru selama mengikuti program tersebut. Ia menyebut, sebelumnya dirinya belum memahami secara mendalam teknik budidaya tanaman melon.
“Sebelumnya kami tidak memiliki pengetahuan mendalam mengenai teknik budidaya melon. Namun dengan pendampingan dan bimbingan rutin dari pihak Lapas, kami belajar banyak mulai dari penyiapan media tanam, perawatan, hingga proses panen hari ini,” ungkap T.
Ia menilai keterampilan yang diperoleh selama mengikuti kegiatan tersebut dapat menjadi bekal berharga setelah menyelesaikan masa pidana.
“Keterampilan ini sangat berharga sebagai modal usaha kami setelah selesai menjalani masa pidana nanti,” tambahnya.
Panen 17 buah melon tersebut berlangsung aman, lancar, dan tertib. Lapas Batang berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga pembinaan warga binaan tidak hanya berorientasi pada aktivitas selama menjalani masa pidana, tetapi juga mampu memberikan keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah bebas.
Melalui pemanfaatan lahan idle menjadi lahan produktif, Lapas Batang menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian dapat dimulai dari lingkungan sederhana, dengan hasil yang nyata bagi peningkatan keterampilan dan kesiapan warga binaan kembali ke masyarakat.***