JAKARTA, JMPnews – Ketua Setara Institute Hendardi menyebut, aksi demo “Bubarkan DPR” bersifat anomali. Dikatakannya massa pengunjuk rasa yang datang tiba-tiba, mereka diluar unsur buruh atau kelompok ojol maupun mahasiswa tidak mudah diindentifikasi. Kecuali anak STM dan SMA.
“Nah saya menduga, massa yang tidak mudah diindentifikasi tersebut digarap dengan provokasi yang dilakukan pihak-pihak tertentu,”ucapnya.
Lebih jauh, Hendardi menyatakan pendapatnya, dalam situasi massa anomali tersebut, polisi juga kesulitan mengantisipasi untjuk rasa dan pada gilirannya SOP penanganan unjuk rasa menjadi gagap dan akhirnya berakibat hingga menimbulkan korban jiwa.
“Kondisi seperti ini (demo rusuh yang mengakibatkan kematian) ibarat pil pahit Bagi Kapolda Metro Jaya yang baru tapi pil itu sangat berguna untuk menyehatkan jajaran dalam menangani aksi-aksi unjuk rasa ke depan.” katanya.
.
Disinggung mengenai tanggung jawab pimpinan Polri, dalam hal Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri, Hendardi mengatakan sebagai orang nomor satu di jajaran Polda Metro Jaya, Irjen Asep Edi harus bertanggung jawab atas ekses akibat unjuk ras namun dikatakan kurang adil juga jika semua kesalahan menjadi tanggungjawab Irjen Asep Edi.
”Dalam hal ini Kapolda Metro Jaya yang baru saja beberapa hari lalu dilantik tentu harus bertanggung jawab. Sebut misalnya pengusutan kasus kematian pengemudi ojol, Kapolda harus dituntaskan. Tapi saya pikir tidak adil juga untuk menyalahkan sepenuhnya pada Kapolda Baru ini,” katanya.
Hendardi mengatakan, dirinya mengapresiasi apa yang telah dilakukan pimpinan Polri, termasuk Kapolri Jenderal Sigit danKapolda Metro Jaya paska rusuh.
“Dalam kesempatan pertama, Kapolda dan kapolri langsung menemui keluarga korban (keluarga almarhum pengemudi ojol Affan Kurniawan) ke RSCM,”
“Lalu mengumumkan langsung pada publik melalui konferensi pers dan menjajikan.penyelidikan menyeluruh terhadap anggautanya yg bersalah dan akan melibatkan pihak eksternal dalam tim investigasi, saya kira langkah yang tepat,” katanya.
Hendardi menghimbau, publik perlu terus mengawasi penyelidikan ini tapi dia berharap publik tidak melakukan perbuatan anarkis dalam menyatakan aspirasinya.