Kakanwil Ditjenpas Jateng Tinjau Program Ketahanan Pangan Rutan Banyumas
BANYUMAS, JMPnews – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso, melaksanakan kunjungan kerja ke Rutan Kelas IIB Banyumas dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan program pembinaan serta ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan. Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, beserta jajaran pejabat struktural dan petugas Rutan Banyumas. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan pelaksanaan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian warga binaan melalui kegiatan produktif yang berkelanjutan.
Dalam kunjungan tersebut, Kakanwil Ditjenpas Jawa Tengah, Mardi Santoso meninjau langsung area kebun luar Rutan Banyumas yang dimanfaatkan sebagai sarana program ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Peninjauan meliputi persiapan peternakan ayam petelur, budidaya ikan lele, kebun terong, hingga kebun melon yang dikelola bersama warga binaan dan petugas pembinaan. Selain melihat secara langsung proses pengelolaan dan hasil program pembinaan. Kakanwil juga memberikan arahan kepada jajaran petugas terkait pengembangan program ketahanan pangan di lingkungan Rutan Banyumas agar dapat terus berjalan secara optimal dan memberikan manfaat yang nyata.
Mardi menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program ketahanan pangan yang telah berjalan di Rutan Banyumas. “Saya mengapresiasi upaya Rutan Banyumas dalam mengembangkan program ketahanan pangan melalui berbagai kegiatan produktif seperti peternakan, perikanan, dan pertanian. Program ini sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta penguatan pembinaan kemandirian warga binaan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa program pembinaan yang produktif perlu terus dikembangkan secara berkelanjutan. “Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemasyarakatan tidak hanya fokus pada pembinaan mental dan kedisiplinan, tetapi juga memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” tambahnya.
Di sisi lain Kepala Rutan Banyumas, Anggi Febiakto, menyampaikan bahwa kunjungan Kakanwil menjadi motivasi bagi jajaran Rutan Banyumas untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan. “Kunjungan dan arahan dari Bapak Kakanwil menjadi semangat bagi kami untuk terus mengembangkan program pembinaan, khususnya di bidang ketahanan pangan dan kemandirian warga binaan,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa seluruh program yang berjalan merupakan bentuk komitmen Rutan Banyumas dalam mendukung pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. “Kami akan terus berupaya memaksimalkan potensi yang ada, baik melalui peternakan, perikanan, maupun pertanian, sehingga program pembinaan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga binaan,” tambahnya.
Selain melakukan peninjauan lapangan, kegiatan juga dirangkaikan dengan peresmian Aula Djoko Kahiman Rutan Banyumas yang ditandai dengan penandatanganan pada batu nisan aula sebagai bentuk simbolis dukungan terhadap pengembangan sarana dan program pembinaan di lingkungan Rutan Banyumas. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kebersamaan.
Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan pelaksanaan program pembinaan dan ketahanan pangan di Rutan Banyumas dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi warga binaan maupun lingkungan pemasyarakatan. Dengan dukungan dan arahan dari Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Tengah, Rutan Banyumas berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang inovatif, produktif, dan berkelanjutan melalui pemanfaatan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai sarana pembinaan kemandirian warga binaan. Selain mendukung Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang ketahanan pangan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan keterampilan, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab warga binaan sebagai bekal positif saat kembali ke tengah masyarakat.