Kadin Indonesia Dorong Investasi Libatkan UMKM dan Tenaga Kerja Lokal
JAKARTA, JMPnews – Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Andi Yuslim Patawari (AYP), dipercaya menjadi Dewan Penilai yang mewakili Kadin Indonesia dalam ajang Pemaparan Nomine Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Pemerintah Daerah serta Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Kementerian/Lembaga Tahun 2026.
Kegiatan tersebut digelar di Gedung Nusantara, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, pada Kamis (6/8/2026).
Dalam forum tersebut, AYP menekankan pentingnya pemerintah daerah memastikan investasi yang masuk tidak hanya memberikan keuntungan bagi perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
Menurut AYP, keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta penyerapan tenaga kerja lokal harus menjadi bagian penting dalam pengembangan investasi di daerah.
“Pelibatan sektor UMKM, khususnya pengusaha kecil, melalui kemitraan dengan pengusaha besar sangat penting. Daerah harus melibatkan seluruh stakeholder agar investasi benar-benar berdampak pada perekonomian masyarakat,” ujar AYP.
Ia menilai, masuknya investasi ke suatu daerah seharusnya mampu menciptakan ekosistem usaha yang saling menguntungkan. Perusahaan besar diharapkan dapat membuka ruang kemitraan bagi pelaku usaha lokal sehingga pertumbuhan investasi turut mendorong perkembangan UMKM.
AYP juga menyoroti pentingnya penyerapan tenaga kerja dari daerah tempat perusahaan beroperasi. Menurutnya, perusahaan tidak seharusnya sepenuhnya mendatangkan tenaga kerja dari luar daerah, khususnya untuk posisi yang dapat diisi oleh sumber daya manusia lokal.
“Jangan sampai ada perusahaan besar tetapi seluruh pekerja teknis didatangkan dari luar daerah. Kondisi seperti ini berpotensi menimbulkan konflik sosial. Karena itu, pemberdayaan SDM lokal harus menjadi bagian dari indikator keberhasilan investasi,” tegasnya.
Ia berharap aspek kemitraan dengan UMKM, penyerapan tenaga kerja lokal, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi perhatian serius dalam penilaian kinerja pemerintah daerah maupun kementerian/lembaga terkait percepatan pelaksanaan berusaha.
Menurut AYP, investasi yang berkualitas bukan hanya diukur dari besarnya modal yang masuk ke suatu daerah. Lebih dari itu, investasi harus mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, dan pada akhirnya memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Investasi yang berkualitas adalah investasi yang mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah,” pungkasnya.