Jaringan Mitra Publik

Jateng Tancap Gas Jadikan Lapas Terbuka Sentra Pangan, Mardi Santoso: “Ini Soal Masa Depan Warga Binaan”

0

SEMARANG, JMPnews — Di bawah kepemimpinan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah, Mardi Santoso, pemasyarakatan di provinsi ini bergerak melampaui fungsi klasik sebagai tempat menjalani hukuman. Jawa Tengah kini menjadi satu-satunya wilayah yang memiliki dua lapas terbuka dengan orientasi kuat pada ketahanan pangan: kawasan Nusakambangan dan Lapas Terbuka Kendal.

Bagi Mardi, transformasi ini bukan sekadar program, melainkan perubahan paradigma besar.

“Pemasyarakatan hari ini tidak boleh hanya bicara pengamanan. Kita harus bicara kemandirian, produktivitas, dan masa depan warga binaan. Ketahanan pangan menjadi pintu masuknya,” tegas Mardi.

Nusakambangan: Dari Pulau Pengasingan Jadi Lumbung Produksi

Nama Pulau Nusakambangan selama ini identik dengan lapas berisiko tinggi. Namun, di tangan Ditjenpas Jateng dan dukungan pusat, kawasan tersebut bertransformasi menjadi proyek percontohan nasional ketahanan pangan dan UMKM pemasyarakatan.

Program yang dijalankan mencakup pertanian, perikanan, peternakan, hingga pengolahan limbah. Budidaya sidat ditargetkan mencapai 840 kolam, disertai pengembangan ayam dan bebek petelur, serta pertanian padi skala luas. Limbah FABA (Fly Ash Bottom Ash) bahkan dimanfaatkan menjadi material bangunan.

“Di Nusakambangan, kita ingin membuktikan bahwa pembinaan bisa menghasilkan nilai ekonomi nyata. Warga binaan dilibatkan langsung, mereka mendapatkan premi sebagai tabungan. Saat bebas nanti, mereka tidak mulai dari nol,” jelas Mardi.

Tak kurang dari 12.146 narapidana secara nasional terlibat dalam program ketahanan pangan, dengan Nusakambangan menjadi episentrum pembinaan kemandirian.

Kendal: 100 Hektare Lahan dan Semangat Bertani

Selain Nusakambangan, Kendal menjadi laboratorium penting lainnya. Di Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal, seluas 100 hektare lahan dikelola dengan pendekatan agrikultur terpadu.

Meski hanya ditopang 59 petugas dan 37 warga binaan, produktivitas terus digenjot. Budidaya nila salin pernah mencapai 2,6 ton. Padi tahan air payau di lahan 1.500 meter persegi menghasilkan hampir satu ton gabah pada panen perdana.

Pengembangan sembilan hektare lahan untuk melon dan jagung tengah disiapkan, ditopang 20 unit greenhouse dengan kapasitas 1.000 tanaman per unit. Di sektor peternakan, terdapat 1.400 bebek petelur, 109 domba, tujuh sapi, serta pengembangan persilangan domba Dorper.

“Kendal memang penuh tantangan, terutama faktor geografis air payau. Tapi justru di situ semangat inovasi kami diuji. Kita tidak boleh kalah oleh keterbatasan,” kata Mardi.

Pembinaan Berbasis KepercayaanMenurut Mardi, konsep lapas terbuka berbeda dengan lapas konvensional. Warga binaan yang terlibat telah melalui asesmen ketat dan diberikan ruang tanggung jawab.

“Kami ingin membangun trust. Ketika mereka dipercaya mengelola lahan, memelihara ternak, atau mengurus produksi, di situ mental dan karakter dibentuk. Ini bukan sekadar kerja, ini proses rehabilitasi sosial,” ujarnya.

Bahkan untuk kasus tertentu dengan hukuman ringan, diterapkan pidana kerja sosial di luar lapas dengan pengawasan.

Tantangan SDM dan Sarana

Meski progres terlihat signifikan, Mardi tak menampik adanya keterbatasan, terutama sumber daya manusia dan sarana pendukung.

“Potensi lahan kita besar, baik di Nusakambangan maupun Kendal. Tapi tanpa dukungan SDM tambahan dan peralatan memadai, optimalisasi akan lambat. Ini yang terus kami komunikasikan ke pusat,” jelasnya.

Mengubah Wajah Pemasyarakatan

Transformasi di Jawa Tengah menunjukkan pergeseran besar: dari sistem penghukuman menuju sistem pemberdayaan. Lahan tidur disulap menjadi lumbung pangan. Limbah diolah menjadi pupuk. Narapidana dibekali keterampilan konkret.

“Tujuan akhirnya sederhana, ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka tidak lagi membawa stigma, tetapi membawa keterampilan dan harapan,” tutup Mardi.

Dari Nusakambangan hingga Kendal, pemasyarakatan Jawa Tengah sedang menanam lebih dari sekadar padi dan ikan. Ia sedang menanam masa depan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.