Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
logo jmp JMP

Jaringan Mitra Publik

logo jmp JMP

Jaringan Mitra Publik

  • HOME
  • NASIONAL
  • POLHUKAM
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • TOKOH
  • REDAKSI

Archives

  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • December 2024

Categories

  • INTERNATIONAL
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PERISTIWA
  • POLHUKAM
  • TOKOH
  • HOME
  • NASIONAL
  • POLHUKAM
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • TOKOH
  • REDAKSI
Subscribe
Close

Search

POLHUKAM

Haedar Nashir: Wacana Polri di Bawah Kementerian Langkah Mundur Reformasi

By Redaksi
January 30, 2026 1 Min Read
0

SEMARANG, JMPnews — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menilai wacana penempatan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian tertentu sebagai langkah yang tidak sejalan, bahkan cenderung mundur dari semangat reformasi 1998.

Haedar menegaskan, salah satu capaian paling penting dari reformasi adalah penataan institusi strategis negara—termasuk Polri—agar berada langsung di bawah Presiden sebagai bentuk akuntabilitas dan penguatan demokrasi.

“Indonesia sudah lebih dari 20 tahun menjalani reformasi dengan berbagai risiko dan capaian penting. Salah satu hasilnya adalah menempatkan institusi-institusi strategis langsung di bawah Presiden,” ujar Haedar usai menghadiri kegiatan di Universitas Muhammadiyah Semarang, Kamis (29/1/2026) malam.

Menurutnya, wacana perubahan struktur kelembagaan justru berpotensi memunculkan persoalan baru yang tidak substantif, alih-alih menjawab tantangan yang ada.

Ia menekankan bahwa bangsa ini seharusnya fokus pada penguatan dan konsolidasi reformasi yang telah berjalan.

Muhammadiyah, lanjut Haedar, berpandangan bahwa persoalan yang muncul di institusi negara—baik Polri, TNI, maupun lembaga pemerintahan lainnya—lebih tepat diselesaikan melalui reformasi internal, bukan dengan menggeser posisi kelembagaan.

“Kalau ada masalah di Polri, TNI, atau komponen negara lainnya, lebih baik diperbaiki dari dalam. Reformasi internal itu jauh lebih substantif,” tegasnya.

Haedar juga menilai keputusan DPR yang tetap menempatkan Polri di bawah Presiden sudah sejalan dengan platform dan arah reformasi nasional sejak 1998. Ia meyakini pandangan tersebut juga dianut oleh banyak organisasi kemasyarakatan lainnya.

“Pada umumnya, ormas-ormas mendorong reformasi dari dalam sebagai bagian dari konsolidasi demokrasi, baik di tingkat pusat maupun daerah,” pungkasnya

Tags:

Haedar nashirPolri dibawah presidenPp muhamadiyah
Author

Redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Mengalami Kedukaan, Lapas Semarang Berikan Izin Keluar 2 Warga Binaan

Next

Lapas Wonogiri Gelar Penyuluhan PHBS untuk Cegah Scabies

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Company

  • HOME
  • NASIONAL
  • POLHUKAM
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • TOKOH
  • REDAKSI

Ads

  • NASIONAL
  • OPINI
  • PERISTIWA
  • POLHUKAM
  • TOKOH

Links

  • Newsletter
Copyright 2026 — JMP. All rights reserved. {{mtmnetwork}}