Jaringan Mitra Publik

Ditunjuk Sebagai Kabid Humas Polda Metro, Mampukah Buher Berlaku Adil di Lingkup Jurnalis

0

JAKARTA, JMPnews – Kepolisian Daerah Metro Jaya resmi menunjuk Kombes Pol Budi Hermanto, S.I.K., M.Si., sebagai Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya. Penunjukan ini menjadi bagian dari rotasi jabatan strategis di tubuh Polri guna memperkuat kinerja komunikasi publik dan transparansi informasi kepada masyarakat.

Kombes Pol Budi Hermanto atau dengan panggilan akrab Buher dikenal sebagai perwira menengah yang memiliki rekam jejak karir sangat cemerlang. Berbagai penugasan penting telah ia jalani, mulai dari satuan reserse, kepemimpinan di tingkat wilayah, hingga posisi strategis di bidang kehumasan.

Tentu Dedikasi, integritas, serta kemampuan komunikasi publik yang mumpuni, membuatnya dipercaya mengemban amanah Kabid Humas di Polda Metro Jaya.

Daerah Khusus Jakarta adalah miniatur negara Republik Indonesia. Warga Kota Jakarta terdiri dari perantau yang berasal dari suku-suku semua daerah mulai dari Sabang hingga Papua. Karena itulah Jakarta merupakan salah satu wilayah hukum terbesar dan terpadat di Indonesia.
Dulu mungkin peran humas hanya sebatas suport sistem (sistem pendukung).

Namun paska diberlakukannya Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Sistem, Manajemen, dan Standar Keberhasilan Operasional Kepolisian Negara Republik Indonesia, fungsi kehumasan diposisikan sejajar dengan fungsi teknis kepolisian lainnya.

Artinya, peran humas telah bertransformasi dari suport sistem menjadi core sistem (sistem utama) yang memiliki tugas penting yakni, membangun kepercayaan publik.

Sebagai Kabid Humas, Kombes Pol Budi Hermanto memiliki tugas utama membangun sinergi yang kuat dengan jurnalis demi untuk membangun citra positif institusi Polri khususnya Polda Metro Jaya.

Manajemen Tukang Pangkas
Selama ini hubungan BidHumas Polda Metro Jaya ( PMJ) sangat lemah dan cenderung membeda-bedakan perlakuan terhadap jurnalis yang bertugas di PMJ.

Kelemahannya adalah lantaran menggunakan manajemen tukang pangkas rambut. Jika tidak ada yang mau potong rambut, dia tidak akan bekerja. Sama halnya dengan Bidhumas PMJ, dia hanya bekerja manakala ada agenda acara dan rilis. Di luar itu, dia merasa tidak perlu untuk membina hubungan dan komunikasi dengan wartawan.

Sejatinya, untuk membangun sinergi yang kuat dengan jurnalis, BidHumas PMJ membuat agenda rutin berupa diskusi atau dialog dengan jurnalis, yang dilaksanakan per sekali sebulan atau per triwulan,  yang mengadirkan Kapolda atau pejabat direktur di PMJ. “Apalagi saat ini Kapolda terbilang baru menjabat.” Publik merasa penting untuk mengetahui apa saja isi kepala Kapolda, pasca meningggalnya supir Ojol Affan Kurniawan.

*Memanusiakan Manusia *

Dalam teori komunikasi, inti dari Humas itu adalah memanusiakan manusia. Dalam prakteknya, BidHumas PMJ mengingkari teori ini.  Ada dua kubu Jurnalis yang menghuni Balai Wartawan Polda Metro Jaya, yakni Forum Wartawan Polda (FWP)  dan   Jurnalis Mitra Polri (JMP). Ada pernyataan  bahwa Kapolda Metro Jaya hanya mengakui FWP. Lantas apakah JMP tidak dianggap?  .

Kabarnya, ada pula kegiatan senyap pembagian sembako kepada jurnalis tertentu. Ini maksudnya apa? Perlakuan Bidhumas PMJ seperti ini sama saja menancapkan duri dalam daging, yang lambat laun menumbuhkan citra negatif BidHumas PMJ, yang pasti akan menggagalkan tugas utamanya  membangun citra positif Polda Metro Jaya.

“Membangun citra positif internal saja tidak sanggup, bagaimana BidHumas PMJ mampu Membangun citra positif Polda Metro Jaya ke eksternal publik masyarakat Jakarta?

Para jurnalis Balai Wartawan PMJ, baik yang dianak tirikan maupun di anak kandungkan, tentunya memiliki harapan yang sama, semoga Kabid Humas yang baru, tentunya dengan pengalaman dan prestasi yang dia miliki, mampu memperkuat sinergi dengan semua jurnalis dengan tujuan mampu mengembalikan kepercayaan publik terhadap Polri, khususnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Sandi Nugroho, menegaskan bahwa peran kehumasan memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam membangun kepercayaan masyarakat.
“Fungsi humas adalah wajah institusi. Apa yang masyarakat lihat, dengar, dan rasakan mengenai Polri, sebagian besar dipengaruhi oleh bagaimana peran humas hadir dan bekerja,” ungkap Irjen Pol. Sandi.

Dengan arus informasi publik yang semakin cepat dan dinamis, Humas Polri dituntut untuk mengedepankan keterbukaan, profesionalitas, dan kecepatan dalam menyampaikan informasi yang akurat. Tidak hanya sekadar menyampaikan data, tetapi juga membangun narasi positif yang mampu memperkuat citra Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat .

Sejalan dengan itu, kehumasan juga berperan penting dalam meredam isu-isu negatif serta mencegah berkembangnya disinformasi. Peran ini membutuhkan kolaborasi erat dengan seluruh fungsi teknis kepolisian agar setiap langkah operasional dapat tersampaikan dengan jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kepercayaan publik adalah modal utama Polri. Untuk menjaganya, humas harus terus hadir di tengah masyarakat, menjadi jembatan komunikasi yang efektif, serta memberikan kontribusi nyata dalam membangun citra positif institusi, Polri” tegas Irjen Pol.Sandi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.