Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
logo jmp JMP

Jaringan Mitra Publik

logo jmp JMP

Jaringan Mitra Publik

  • HOME
  • NASIONAL
  • POLHUKAM
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • TOKOH
  • REDAKSI

Archives

  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • December 2024

Categories

  • INTERNATIONAL
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PERISTIWA
  • POLHUKAM
  • TOKOH
  • HOME
  • NASIONAL
  • POLHUKAM
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • TOKOH
  • REDAKSI
Subscribe
Close

Search

POLHUKAM

Asesmen Rehabilitasi Lapas Semarang: Langkah Awal Menuju Pemulihan

By Redaksi
July 8, 2025 2 Min Read
0

SEMARANG, JMPnews – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan terbaik bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), khususnya di bidang kesehatan dan pemulihan adiksi, melalui pelaksanaan Asesmen Rehabilitasi Pemasyarakatan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah, Senin (07/07).

Kegiatan asesmen dilaksanakan di Klinik Pratama Lapas Kelas I Semarang sebagai bagian dari rangkaian layanan Rehabilitasi Pemasyarakatan Tahun 2025, sesuai dengan petunjuk pelaksanaan yang tertuang dalam Surat Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan No. PAS.6-PK.06.05-3131 tanggal 10 Desember 2024.

Kepala Lapas Kelas I Semarang, Fonika Affandi, turut hadir secara langsung untuk memantau proses asesmen. Ia menegaskan bahwa program rehabilitasi merupakan bentuk nyata kepedulian negara terhadap pemulihan warga binaan dari penyalahgunaan narkotika.

“Program ini bertujuan untuk membantu warga binaan pulih dari ketergantungan narkoba, mengembalikan fungsi sosial mereka, dan membentuk kembali jati diri agar dapat berperan aktif dan produktif di masyarakat,” ungkap Fonika.

Sardiyanto, Koordinator Konselor Adiksi BNN Provinsi Jawa Tengah, menjelaskan bahwa asesmen ini merupakan tindak lanjut dari hasil skrining yang dilakukan pada bulan Juni 2025. Dari hasil tersebut, teridentifikasi tujuh orang warga binaan yang menjadi calon peserta Rehabilitasi Pemasyarakatan.

“Asesmen ini menggunakan metode wawancara mendalam dengan instrumen Addiction Severity Index (ASI) Full Version, dan hasilnya menunjukkan bahwa ketujuh warga binaan termasuk dalam Kategori I. Mereka akan mengikuti layanan rehabilitasi selama 15 hari,” jelas Sardiyanto.

Wawancara menggunakan instrumen ASI Full Version menjadi landasan penting dalam merancang intervensi yang tepat. Melalui pendekatan medis, psikososial, dan edukatif, asesmen ini memungkinkan terbentuknya program rehabilitasi yang terstruktur dan berkelanjutan bagi warga binaan, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang lebih sehat dan humanis.

Diharapkan, melalui program ini, warga binaan dapat memperoleh pemulihan yang komprehensif serta semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Program rehabilitasi berbasis ilmiah ini juga diharapkan menjadi fondasi dalam menciptakan generasi bebas narkoba di dalam lapas, serta mendukung keberhasilan reintegrasi sosial ketika para peserta kembali ke tengah masyarakat.

Tags:

AsessmenLapas semarangNarkoba
Author

Redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Tujuh Tahun Laporannya Menggantung, Suhari Datangi Polda

Next

Brimob Polda Metro Jaya Evakuasi Puluhan Warga Terdampak Banjir di Ciputat

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Company

  • HOME
  • NASIONAL
  • POLHUKAM
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • TOKOH
  • REDAKSI

Ads

  • NASIONAL
  • OPINI
  • PERISTIWA
  • POLHUKAM
  • TOKOH

Links

  • Newsletter
Copyright 2026 — JMP. All rights reserved. {{mtmnetwork}}