Warga Binaan Rutan Banyumas Jadi Pengibar Bendera HUT RI, Bukti Keberhasilan Pembinaan Karakter
BANYUMAS, Jmpnews — Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas dipercaya menjadi petugas upacara dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka sukses menjalankan tugas sebagai pengibar Bendera Merah Putih, pembaca Catur Dharma Narapidana, hingga komandan pleton dalam upacara yang digelar di lapangan Rutan Banyumas.
Kepercayaan tersebut diberikan kepada WBP yang tergabung dalam Gugus Depan (Gudep) Teritorial Pramuka Rutan Banyumas. Penampilan mereka yang disiplin dan penuh percaya diri menjadi bukti nyata hasil pembinaan karakter yang selama ini dijalankan melalui kegiatan kepramukaan di dalam rutan.
Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, mengatakan keterlibatan warga binaan sebagai petugas upacara merupakan bagian dari proses pembinaan untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan nasionalisme.
“Melihat mereka mampu menjalankan tugas dengan baik pada momen sakral peringatan kemerdekaan menjadi kebanggaan tersendiri. Ini menunjukkan bahwa proses pembinaan di dalam rutan berjalan efektif dan mampu membentuk karakter positif warga binaan,” ujar Anggi.
Menurutnya, pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek keterampilan, tetapi juga membangun mental dan kepribadian agar para warga binaan siap kembali ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.
Pembina Pramuka Rutan Banyumas, Dwi Waluyo, menjelaskan seluruh petugas upacara telah menjalani latihan intensif selama beberapa pekan. Selain melatih ketepatan gerakan dan kekompakan, kegiatan tersebut juga bertujuan membangun rasa percaya diri para peserta.
“Latihan yang dijalani cukup padat, terutama bagi petugas pengibar bendera dan komandan pleton. Namun yang terpenting adalah bagaimana mereka belajar disiplin, bertanggung jawab, dan percaya pada kemampuan diri sendiri,” kata Dwi.
Salah satu warga binaan yang bertugas sebagai petugas upacara, AS, mengaku bangga dapat memperoleh kesempatan tersebut. Ia menilai pengalaman itu menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri.
“Awalnya saya merasa gugup dan tidak percaya diri. Tapi melalui pembinaan Pramuka, saya belajar banyak hal. Bisa bertugas pada upacara kemerdekaan menjadi pengalaman yang sangat berharga dan membuat saya semakin termotivasi untuk berubah menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Melalui program kepramukaan dan pembinaan karakter yang berkelanjutan, Rutan Kelas IIB Banyumas terus berupaya menciptakan warga binaan yang disiplin, bertanggung jawab, serta siap berintegrasi kembali dengan masyarakat setelah bebas nanti.