SEMARANG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang memulai langkah strategis menuju pembangunan Zona Integritas (ZI) 2026 dengan menggelar asesmen dan seleksi tim inti reformasi birokrasi, Kamis (10/2), di Aula Merdeka.
Sebanyak 30 pegawai mengikuti proses seleksi yang difokuskan pada pengujian integritas, kompetensi, serta komitmen terhadap prinsip tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Peserta terdiri dari pejabat struktural Eselon III dan IV serta pegawai yang diproyeksikan menjadi motor penggerak pembangunan ZI.
Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, menegaskan bahwa pembentukan tim Zona Integritas harus diawali dengan seleksi yang objektif dan berbasis kualitas sumber daya manusia.
“Asesmen ini untuk memastikan personel yang tergabung dalam tim benar-benar memiliki integritas, kompetensi, dan komitmen dalam mewujudkan pelayanan yang profesional, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi,” ujarnya.
Proses asesmen turut melibatkan peserta magang berlatar belakang psikologi dari berbagai universitas di Indonesia guna menjaga objektivitas dan profesionalitas penilaian. Mereka mendampingi peserta dalam pengisian instrumen asesmen berbasis evaluasi kepribadian dan pengalaman kerja.
Salah satu peserta magang, Marissa, menekankan pentingnya kejujuran dalam pengisian formulir.
“Tidak ada jawaban benar atau salah. Yang terpenting adalah kejujuran agar hasil asesmen benar-benar mencerminkan profil kompetensi masing-masing,” jelasnya.
Ahmad Tohari menambahkan, pembangunan Zona Integritas tidak berhenti pada pemenuhan administrasi semata, melainkan harus membentuk budaya kerja yang konsisten dan berkelanjutan.
“Zona Integritas bukan sekadar dokumen. Ini adalah komitmen membangun kebiasaan kerja yang baik. Setiap petugas memiliki peran dalam mendukung Reformasi Birokrasi,” tegasnya.
Melalui seleksi ini, Lapas Kelas I Semarang menegaskan keseriusannya membangun tim solid dan berintegritas sebagai fondasi menuju tata kelola yang transparan, bersih, dan berorientasi pada pelayanan publik di tahun 2026.