Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
logo jmp JMP

Jaringan Mitra Publik

logo jmp JMP

Jaringan Mitra Publik

  • HOME
  • NASIONAL
  • POLHUKAM
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • TOKOH
  • REDAKSI

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • December 2024

Categories

  • INTERNATIONAL
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PERISTIWA
  • POLHUKAM
  • TOKOH
  • HOME
  • NASIONAL
  • POLHUKAM
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • TOKOH
  • REDAKSI
Subscribe
Close

Search

POLHUKAM

50 Warga Binaan Lapas Semarang Terima Premi, Bekal Keterampilan untuk Usaha Setelah Bebas

By Redaksi
October 9, 2026 2 Min Read
0

SEMARANG — Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Semarang tidak hanya membekali warga binaan dengan keterampilan kerja, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi. Sebanyak 50 warga binaan menerima premi atas kontribusi mereka dalam berbagai kegiatan produktif yang dijalankan di lingkungan lapas.

Pemberian premi tersebut diberikan kepada warga binaan yang terlibat dalam 17 unit kegiatan kerja. Program ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian untuk mengembangkan keterampilan, menanamkan kedisiplinan, serta memberikan pengalaman kerja yang dapat dimanfaatkan setelah mereka menyelesaikan masa pidana.

Premi diberikan dalam bentuk uang tunai sebesar 10 persen dari hasil penjualan, sementara sebagian lainnya ditabung sebagai simpanan. Skema tersebut diharapkan dapat memberikan penghargaan atas hasil kerja warga binaan sekaligus mendorong kebiasaan mengelola keuangan secara lebih baik.

Salah satu unit kegiatan yang menghasilkan premi tertinggi adalah bakery. Capaian ini menunjukkan potensi kegiatan produksi makanan sebagai bagian dari pembinaan yang tidak hanya mengasah keterampilan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi.

Kepala Lapas Semarang mengatakan, pemberian premi merupakan bentuk apresiasi terhadap kerja keras, kedisiplinan, dan tanggung jawab warga binaan selama mengikuti kegiatan pembinaan kemandirian.

“Pemberian premi ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras, kedisiplinan, dan tanggung jawab warga binaan selama mengikuti kegiatan pembinaan kemandirian. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat secara ekonomi, tetapi juga memberikan keterampilan, serta rasa percaya diri sebagai bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Kalapas Semarang.

Ia menambahkan, Lapas Semarang akan terus mendorong pengembangan kegiatan produktif dengan memperhatikan aspek pembinaan, peningkatan keterampilan, dan manfaat nyata bagi warga binaan.

Manfaat program tersebut dirasakan KE (38), warga binaan perkara narkotika yang tengah menjalani hukuman 16 tahun penjara. Selama enam tahun bekerja di berbagai unit kegiatan lapas, ia mengaku memperoleh banyak pengalaman dan keterampilan baru yang ingin dimanfaatkannya untuk membuka usaha setelah bebas.

“Selama enam tahun kerja di sini, saya banyak mendapatkan keahlian dan pengalaman baru, mulai dari unit cotton bud, tas kulit, donat, kemudian terakhir di laundry. Dibilang cukup ya cukup, Pak. Biasanya buat beli kebutuhan sehari-hari, jajan, kirim istri dan juga orang tua,” kata KE.

Bagi KE, kegiatan kerja di dalam lapas bukan sekadar cara memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pengalaman tersebut juga memberinya gambaran tentang peluang usaha yang dapat dirintis setelah kembali ke masyarakat.

Ia mengaku mulai mempelajari proses kerja laundry, termasuk cara membuat sabun dan menghitung modal usaha. Pengetahuan tersebut mendorongnya untuk merencanakan usaha laundry setelah bebas.

“Ya, kan di sini bisa tahu cara buat sabun, cara hitung modal, pengennya di rumah buat usaha,” ujarnya.

Selain bekerja, KE mengatakan dirinya berusaha mengisi waktu dengan beribadah di masjid. Setelah menjalani masa hukuman selama tujuh tahun, ia berharap dapat memenuhi persyaratan untuk mengajukan pembebasan bersyarat pada tahun berikutnya.

Kisah KE menjadi salah satu gambaran bagaimana pembinaan kemandirian dapat membuka peluang bagi warga binaan untuk menyiapkan masa depan. Melalui kegiatan kerja produktif, pemberian premi, dan pengembangan keterampilan, Lapas Semarang berupaya mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal ekonomi dan kepercayaan diri ketika kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Tags:

Bekal WBPKanwil Ditjenpas JatengLapas semarangPremi
Author

Redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Rutan Temanggung Asesmen 17 Warga Binaan, Siapkan Pusat Rehabilitasi dan Reedukasi

Next

24 Orang Diamankan dalam Operasi Narkoba di Kampung Ambon dan Boncos

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Company

  • HOME
  • NASIONAL
  • POLHUKAM
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • TOKOH
  • REDAKSI

Ads

  • NASIONAL
  • OPINI
  • PERISTIWA
  • POLHUKAM
  • TOKOH

Links

  • Newsletter
Copyright 2026 — JMP. All rights reserved. {{mtmnetwork}}