BANYUMAS, JMPnews — Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Banyumas kembali menggelar kegiatan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) wanita. Kegiatan bertajuk “Pelatihan Pembuatan Pola Rajut dan Cup Lampu dari Sumpit” ini terlaksana atas kerja sama antara Rutan Banyumas dan Yayasan Al-Irsyad Purwokerto, pada Sabtu pagi, (8/11/ 2025).
Kegiatan ini diikuti oleh 21 Warga Binaan wanita dan dibuka dengan doa bersama yang dipimpin oleh narasumber dari Yayasan Al-Irsyad sebagai ungkapan syukur agar kegiatan berjalan lancar dan bermanfaat.
Salah satu narasumber dari Pimpinana Cabang Wanita (PCW) Al-Irsyad Al Islamiyah, Tri Handayani, mengungkapkan harapannya agar keterampilan ini dapat menjadi bekal produktif bagi para warga binaan.
“Kami ingin berbagi ilmu yang sederhana tapi bermanfaat. Dari bahan-bahan sederhana seperti sumpit dan benang, ternyata bisa menjadi karya yang indah dan bernilai. Harapan kami, setelah bebas nanti, para ibu-ibu ini bisa menjadikannya sebagai peluang usaha,” ujar Tri Handayani.
Sementara itu, Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Banyumas, Cakra Cita Sari, menyampaikan apresiasinya kepada PCW Al-Irsyad Alislmaiyah atas kerja sama yang telah terjalin.
“Kegiatan ini sangat berarti bagi warga binaan kami. Melalui pelatihan seperti ini, mereka tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat untuk memperbaiki diri. Kami berharap kerja sama positif ini dapat terus berlanjut dengan pelatihan-pelatihan kreatif lainnya,” tutur Cakra.
Secara terpisah, Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, juga mendukung penuh kegiatan pembinaan kemandirian tersebut.
“Kami berkomitmen untuk menghadirkan kegiatan pembinaan yang tidak hanya bermanfaat secara keterampilan, tetapi juga membangun karakter dan semangat positif bagi warga binaan. Harapan kami, keterampilan seperti ini bisa menjadi bekal nyata bagi mereka setelah bebas nanti,” ungkapnya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahap pelatihan, mulai dari pengenalan bahan dan alat rajut, pembuatan pola dasar, hingga perakitan produk akhir berupa cup lampu berbahan sumpit. Suasana pelatihan berlangsung akrab dan penuh semangat kekeluargaan.