Ternak Ayam Petelur, Warga Binaan Lapas Semarang Panen Ratusan Butir Perhari
SEMARANG, JMPnews – Warga binaan Lapas Kelas I Semarang memanen ratusan telur ayam tiap harinya. Telur tersebut berasal dari peternakan ayam petelur yang dikelola Lapas. Hingga saat ini terdapat 308 ekor ayam petelur yang produktif.
Kalapas Semarang, Ahmad Tohari menuturkan, peternakan ayam petelur di Lapas merupakan salah satu kegiatan pembinaan warga binaan. Peternakan tersebut tergabung dalam integrated farming yang berisi pertanian, perikanan dan peternakan.
“Kami memiliki laboratorium mini dan lahan integrated farming yang dimanfaatkan untuk pembinaan warga binaan. Selain untuk kegiatan rutin, disitu warga binaan juga dapat melakukan pengujian dan pengembangan ilmu yang telah didapat,” ucap Tohari.
Dalam sehari, Lapas melakukan 2 kali panen pada pagi dan siang dan mampu menghasilkan hampir 300 butir telur. Hasil panen tersebut kemudian dijual ke mitra Lapas. Hasil penjualan dibagi untuk modal, PNBP dan premi warga binaan.
“Khusus bagian peternakan, ada 3 warga binaan yang mengelola. Penetapan pekerja ini sebelumnya melalui beberapa seleksi, jika terpenuhi baru bisa dipekerjakan. Setuap hari mereka bekerja dengan didampingi oleh petugas,” ujar Kalapas.
Salah seorang pekerja, Bedi terpidana kasus narkotika mengaku, ia lebih memilih bekerja di peternakan daripada hanya diam di kamar. Bedi terjerat kasus narkotika dan divonis 10 tahun pidana penjara. Tahun ini merupakan tahun keempat dirinya mendekam di penjarq.
“Saya seneng kerja, ikhlas, saya sudah menerima keadaan, daripada di blok cuma diem aja. Awalnya kerja di taman kemudian ditawari disini ya mau aja. Selama kerja disini enjoy aja gaada kendala,” ucap Bedi.
Meski dipenjara, Bedi masih memiliki harapan untuk kehidupan mendatang. Dengan ilmu yang didapat di dalam
Lapas, ia ingin membangun usaha bersama keluarga.
“Kalo sudah bebas saya berencana membangun usaha ayam kampung, ilmunya kan sudah dapat, jika ada modal sudah tinggal jalan aja,” pungkas Bedi.