Tebar Daging Kurban ke Warga Sekitar, Lapas Semarang Berbagi Kebahagiaan
SEMARANG, JMPnews – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang menggelar rangkaian kegiatan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi yang diawali dengan pelaksanaan Sholat Idul Adha dan dilanjutkan penyembelihan hewan kurban, Rabu (27/05).
Kegiatan dimulai sejak pukul 06.30 WIB di Masjid At-Taubah Lapas Kelas I Semarang dan diikuti oleh pegawai serta warga binaan muslim. Sholat Idul Adha berlangsung khidmat dengan Imam dan Khatib K.H. Riqza Chamami, dosen UIN Walisongo Semarang, yang dalam khutbahnya menyampaikan makna keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial dalam momentum Idul Adha.
Usai pelaksanaan sholat, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban di Lapangan Upacara Lapas Kelas I Semarang. Proses penyembelihan melibatkan pegawai Lapas, para shohibul qurban, serta panitia dari warga binaan yang turut aktif membantu pelaksanaan kegiatan.
Pada Idul Adha tahun ini, Lapas Kelas I Semarang menerima dan menyembelih sebanyak 8 ekor sapi dan 23 ekor kambing. Daging kurban kemudian didistribusikan kepada warga binaan, masyarakat sekitar, serta pegawai Lapas. Selain itu, satu ekor kambing juga disalurkan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Semarang dan satu ekor kambing lainnya diberikan kepada Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Semarang sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan antarunit pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, menyampaikan bahwa momentum Idul Adha menjadi sarana untuk menanamkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan di lingkungan pemasyarakatan.
“Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga tentang bagaimana kita belajar berbagi, peduli, dan memperkuat rasa kebersamaan. Kami ingin momentum ini dapat dirasakan seluruh warga binaan sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual,” ujar Ahmad Tohari.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan warga binaan dalam proses pelaksanaan kurban juga menjadi bagian dari pembinaan karakter, tanggung jawab, dan kerja sama di dalam lingkungan Lapas.
Di akhir keterangannya, Ahmad Tohari berharap nilai-nilai Idul Adha dapat menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
“Kami berharap semangat Idul Adha ini mampu membentuk pribadi yang lebih baik, lebih peduli, dan lebih ikhlas, baik bagi warga binaan maupun seluruh jajaran petugas, sehingga tercipta lingkungan pemasyarakatan yang humanis dan penuh kebersamaan,” pungkasnya.