Rutan Banyumas Bekali Warga Binaan Wanita Keterampilan Membuat Pie Buah
BANYUMAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas bekerja sama dengan PC Wanita Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto menggelar pelatihan pembuatan pie buah bagi warga binaan wanita, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan praktis yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha mandiri setelah mereka kembali ke masyarakat.
Pelatihan tersebut mencakup pengenalan bahan, pembuatan adonan, pembentukan kulit pie, hingga pengolahan fla sebagai bagian dari proses pembuatan pie buah. Warga binaan mengikuti praktik secara langsung dengan pendampingan petugas Rutan Banyumas dan perwakilan PC Wanita Al Irsyad.
Petugas Rutan Banyumas, Nadia, mengatakan pelatihan keterampilan menjadi salah satu upaya untuk mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal produktif setelah menyelesaikan masa pidana.
“Kami berharap keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini tidak hanya bermanfaat selama berada di Rutan, tetapi juga dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika nantinya kembali ke masyarakat. Keterampilan ini bisa dikembangkan menjadi kegiatan usaha secara mandiri sesuai kemampuan masing-masing,” ujar Nadia.
Perwakilan PC Wanita Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto, Ari, mengatakan pelatihan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada warga binaan dalam mengolah makanan yang berpotensi memiliki nilai ekonomi.
“Pelatihan seperti ini menjadi salah satu bentuk kegiatan yang dapat memberikan pengalaman langsung kepada warga binaan. Selain belajar membuat pie buah, warga binaan juga dapat mengenal proses pengolahan makanan yang nantinya bisa dikembangkan menjadi keterampilan yang bernilai,” kata Ari.
Selama kegiatan berlangsung, warga binaan wanita tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan pie buah. Praktik langsung ini diharapkan membantu peserta memahami proses pengolahan makanan sekaligus membuka peluang untuk mengembangkan keterampilan di bidang kuliner.
Melalui kerja sama tersebut, Rutan Banyumas terus mendorong program pembinaan yang berorientasi pada pengembangan kemampuan dan kemandirian warga binaan. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi modal untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif serta membuka peluang usaha setelah kembali ke tengah masyarakat.