Razia Rutan Banyumas, 30 WBP dan Seluruh Pegawai Jalani Tes Urine, Hasilnya Negatif
BANYUMAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas memastikan kondisi lingkungan pemasyarakatan tetap bersih dari narkoba dan telepon genggam ilegal. Razia gabungan yang digelar Jumat malam (18/9/2026) tidak menemukan narkoba maupun handphone di blok hunian.
Razia tersebut dipimpin Kepala Rutan Banyumas Anggi Febiakto dengan melibatkan unsur TNI, Polri, dan BNN Kabupaten Banyumas. Petugas menyisir kamar hunian di Blok Arjuna, Blok Bima, dan Blok Srikandi sebagai bagian dari deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban.
Selain penggeledahan, petugas juga melakukan tes urine secara acak terhadap 30 warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan seluruh pegawai Rutan Banyumas. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel negatif narkoba.
Kepala Rutan Banyumas Anggi Febiakto mengatakan razia dan tes urine menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan sekaligus mencegah peredaran narkoba dan praktik penipuan daring dari dalam rutan.
“Razia gabungan dan tes urine ini adalah langkah nyata kami untuk memastikan Rutan Banyumas benar-benar bersih dari peredaran narkoba maupun penipuan online. Kami tidak memberikan ruang sedikit pun bagi pelanggaran aturan,” tegas Anggi.
Ia menambahkan, sinergi dengan TNI, Polri, dan BNN Kabupaten Banyumas akan terus diperkuat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan.
Penata Pemberantasan Narkoba BNN Kabupaten Banyumas Saeful Arif mengapresiasi langkah Rutan Banyumas yang secara konsisten melakukan deteksi dini dan pemeriksaan terhadap warga binaan maupun pegawai.
“Kami sangat mendukung penuh langkah deteksi dini yang konsisten dilakukan Rutan Banyumas. Hasil tes urine yang menunjukkan seluruhnya negatif malam ini menjadi bukti nyata komitmen bersama,” ujar Saeful.
Hasil razia yang nihil barang terlarang dan tes urine negatif menjadi bagian dari evaluasi pengawasan di Rutan Banyumas. Petugas juga memastikan pemeriksaan serta pengawasan terhadap jalur masuk barang akan terus diperketat untuk mencegah masuknya narkoba, handphone, dan barang terlarang lainnya.