Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
logo jmp JMP

Jaringan Mitra Publik

logo jmp JMP

Jaringan Mitra Publik

  • HOME
  • NASIONAL
  • POLHUKAM
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • TOKOH
  • REDAKSI

Archives

  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • December 2024

Categories

  • INTERNATIONAL
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PERISTIWA
  • POLHUKAM
  • TOKOH
  • HOME
  • NASIONAL
  • POLHUKAM
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • TOKOH
  • REDAKSI
Subscribe
Close

Search

TOKOH

Raih Penghargaan Kemenkes RI, Vera Fofid: Berkat Do’a dan Kerja Ikhlas

By Redaksi
November 14, 2025 2 Min Read
0

JAKARTA, JMPnews – Suasana haru dan bangga menyelimuti peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang diselenggarakan di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, pada Rabu, 12 November 2025.

Dalam momen penuh makna itu, Verawati Fofid, A.Md. Kep, seorang perawat yang berdinas di Puskesmas Debut, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, resmi menerima Tanda Kehormatan Piagam penghargaa dari Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.

Penghargaan bergengsi itu diberikan kepada para pegawai negeri sipil (PNS) yang telah mengabdi selama lebih dari satu dekade dengan dedikasi tanpa cela di bidang kesehatan.

Bagi Vera, penghargaan ini bukan sekadar penghargaan tetapi simbol perjuangan panjang dan ketulusan hati melayani masyarakat di wilayah kepulauan yang kerap jauh dari sorotan.

“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk kedua orang tua, keluarga besar, Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, serta semua tenaga kesehatan di Provinsi Maluku,” tutur Vera dengan mata berkaca-kaca usai menerima penghargaan.

Perjalanan Vera menuju penghargaan ini tidak mudah. Ia harus bersaing dengan puluhan tenaga kesehatan lainnya dalam seleksi ketat di tingkat provinsi. Alhasil dari hasil seleksi itu,Vera terpilih mewakili Provinsi Maluku, dan dinobatkan sebagai perawat yang memilik ‘Dedikasi Pengabdian dan Pemanfaatan bagi Masyarakat’.

“Saya terpilih sebagai perawat berdedikasi dan bermanfaat bagi masyarakat tingkat Provinsi Maluku. Ini hasil kerja keras dan doa yang tulus,” ujarnya dengan senyum bangga.

Sosok yang dikenal rendah hati di lingkungan Puskesmas Debut itu menegaskan, dirinya tak pernah memikirkan imbalan materi atas pengabdiannya. Ia hanya berpegang teguh pada filosofi hidup masyarakat Kei, “Ain ni Ain” saling membantu tanpa melihat suku, ras, atau agama.

“Itulah marwah yang saya junjung. Pengabdian bukan soal pamrih, tapi tentang kemanusiaan,” ungkapnya.

Meski telah menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan, Vera menegaskan bahwa prestasi ini bukanlah akhir perjuangannya. Justru, ia melihatnya sebagai awal dari babak baru pengabdian.

“Ini bukan akhir, tapi awal perjuangan baru untuk terus meningkatkan layanan kesehatan masyarakat, terutama di daerah terpencil,” katanya penuh semangat.

Dalam kesempatan yang sama, Vera juga menyampaikan harapannya agar Kemenkes RI lebih memperhatikan fasilitas kesehatan di Maluku, terutama Puskesmas yang masih terbatas dalam sarana dan prasarana.

“Semoga dengan momentum ini, perhatian terhadap fasilitas tenaga kesehatan di tingkat provinsi hingga puskesmas makin meningkat,” ujarnya berharap.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya menegaskan bahwa penganugerahan Piagam ini, merupakan bentuk penghargaan negara atas dedikasi para tenaga kesehatan yang telah bekerja dengan sepenuh hati.

“Penganugerahan ini bagian dari rangkaian Hari Kesehatan Nasional ke-61 bertema Generasi Sehat, Masa Depan Hebat. Para penerima penghargaan adalah teladan bagi bangsa,” ujar Budi.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, nama Vera menjadi simbol inspirasi bagi tenaga kesehatan lain di tanah Kei.

Pengabdian perempuan yang dikenal ramah itu kini menjadi kebanggaan tidak hanya bagi keluarga besar Fofid, tetapi juga masyarakat Maluku Tenggara.

“Saya bersyukur bisa membawa nama daerah saya ke tingkat nasional. Semoga semangat ini menular ke tenaga kesehatan lain,” tutup Vera dengan senyum haru.

Tags:

KemenkesMalukuPenghargaanTokoh kebidanan
Author

Redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Tak Lakukan Penahanan ke Roy Suryo dkk, Ini Alasan Polisi

Next

Wagub Babel Jalani Pemeriksaan di Bareskrim Polri, Ini Kasusnya

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Company

  • HOME
  • NASIONAL
  • POLHUKAM
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • TOKOH
  • REDAKSI

Ads

  • NASIONAL
  • OPINI
  • PERISTIWA
  • POLHUKAM
  • TOKOH

Links

  • Newsletter
Copyright 2026 — JMP. All rights reserved. {{mtmnetwork}}