Pidato Kenegaraan Prabowo Soroti Capaian 21 Bulan Pemerintahan, Pengamat Beri Nilai Nyaris Sempurna
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memaparkan sejumlah capaian terukur pemerintah selama 21 bulan masa pemerintahannya dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa berbagai capaian tersebut merupakan hasil dari keberanian pemerintah dalam mengambil keputusan, kerja keras, serta kebijakan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Dengan keberanian mengambil keputusan, dengan kerja keras, dengan hati yang tulus, kehendak yang jelas, orientasi kepada rakyat, dan gotong royong seluruh unsur bangsa,” kata Prabowo.
Salah satu sektor yang mendapat sorotan adalah pendidikan. Pemerintah mengembangkan program Sekolah Rakyat untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Hingga 2026, tercatat 93 Sekolah Rakyat permanen, 81 Sekolah Rakyat rintisan tetap, dan delapan rintisan baru. Program tersebut telah menjangkau sekitar 43.344 siswa dengan dukungan sekitar 5.398 tenaga pendidik.
Pemerintah juga menjalankan program revitalisasi sekolah. Sebanyak 16.167 sekolah disebut telah direvitalisasi, sementara 288.865 papan interaktif telah didistribusikan untuk mendukung transformasi pembelajaran.
Sepanjang 2026, pemerintah menargetkan sekitar 71.590 sekolah dapat direvitalisasi.
Makan Bergizi Gratis Jangkau 56,9 Juta Penerima
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program utama yang ditonjolkan Presiden Prabowo.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam pidato kenegaraan, program MBG telah menjangkau sekitar 56,9 juta penerima manfaat. Pelaksanaannya didukung 27.485 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi dengan melibatkan sekitar 1,3 juta tenaga kerja.
Selain pendidikan dan program sosial, pemerintah juga menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas.
Dalam proyeksi neraca pangan yang disampaikan, surplus beras mencapai sekitar 3.665.324 ton dan jagung sekitar 1.562.695 ton. Sejumlah komoditas lain, seperti daging ayam dan telur, juga diproyeksikan mengalami surplus.
Untuk mendukung produktivitas petani, pemerintah turut menjalankan kebijakan penurunan harga pupuk sebesar 20 persen.
KDMP hingga B50
Penguatan ekonomi masyarakat di tingkat desa dilakukan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Data pemerintah mencatat sekitar 3.300 gerai telah beroperasi optimal, sementara 20.654 gerai telah selesai dibangun. Pemerintah menargetkan sekitar 30 ribu gerai dapat beroperasi optimal pada 2026 dan pada akhirnya membentuk jaringan nasional sekitar 80 ribu KDMP.
Di sektor energi, pemerintah mendorong implementasi program B50, yakni peningkatan pemanfaatan biodiesel berbasis minyak sawit.
Program tersebut diproyeksikan memberikan nilai tambah industri sawit sekitar Rp23,49 triliun, berkaitan dengan sekitar 2,1 juta tenaga kerja, sekaligus berpotensi menghemat devisa hingga Rp170 triliun.
Implementasi B50 juga diproyeksikan dapat menurunkan emisi sekitar 44,46 juta ton CO₂.
Pemerintah Targetkan Penyederhanaan BUMN
Penataan perusahaan negara juga menjadi bagian dari agenda pemerintah.
Prabowo menyampaikan arah penyederhanaan jumlah BUMN dari lebih dari 1.000 entitas menjadi sekitar 200 hingga 300 BUMN. Langkah tersebut diproyeksikan menghasilkan efisiensi sekitar Rp50 triliun.
Sementara dari sektor investasi, realisasi investasi sepanjang 2025 tercatat mencapai Rp1.931 triliun.
Pada Januari-Juni 2026, realisasi investasi kembali mencapai sekitar Rp1.010 triliun. Investasi tersebut juga disebut berkontribusi terhadap penciptaan jutaan lapangan kerja.
Pengamat Beri Nilai 99,9 untuk Pidato Prabowo
Rangkaian capaian tersebut kemudian mendapat perhatian dari pengamat politik.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menilai pidato kenegaraan Prabowo menunjukkan arah pemerintahan yang semakin jelas karena tidak hanya menyampaikan retorika, tetapi juga memaparkan capaian dan target dengan angka yang terukur.
“Saya memberikan nilai 99,9. Ini bukan karena pidatonya bagus secara retorika saja, tetapi karena Presiden mampu menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah mulai menghasilkan angka-angka yang terukur. Ada output, ada outcome, dan ada arah yang jelas,” ujar Iwan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Menurut Iwan, pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI tersebut juga dapat dipandang sebagai bentuk penyampaian capaian politik pemerintahan kepada masyarakat.
Meski demikian, berbagai angka dan target yang disampaikan pemerintah masih akan diuji melalui keberlanjutan pelaksanaan program serta sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Pidato kenegaraan Prabowo dengan demikian tidak hanya menjadi paparan capaian 21 bulan pemerintahan, tetapi juga menjadi gambaran arah kebijakan pemerintah ke depan, mulai dari pendidikan, MBG, ketahanan pangan, ekonomi desa, energi, penataan BUMN hingga investasi.