Masyarakat Sukajaya Deklarasikan Komitmen Jaga Persatuan dan Tolak Provokasi
BOGOR, JMPnews – Adanya sekelompok warga yang mengatasnamakan warga Sukajaya dalam kasus sengketa lahan antara warga penggarap lahan dan PT PMC membuat warga Sukajaya melakukan deklarasi tolak provokasi.
Deklarasi tersebut dilakukan oleh puluhan warga yang memiliki komitmen bersama untuk menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban di tengah dinamika yang berkembang di wilayah mereka.
Berlokasi di Kantor Kepala Desa, Deklarasi dibacakan oleh perwakilan warga yang datang bersama dengan Kepala desa Topik Hamid, serta Babinsa dan inisator Deklarasi Yudi Irawan .
“Kami seluruh warga desa Sukajaya menegaskan pentingnya menjaga kerukunan antarwarga serta menolak segala bentuk tindakan yang berpotensi memecah belah masyarakat,” kata warga saat membacakan deklarasi.
Dalam pernyataan sikapnya, masyarakat Sukajaya menyatakan komitmen untuk terus menjaga persatuan, kerukunan, dan kondusivitas lingkungan demi terciptanya kehidupan bermasyarakat yang aman dan harmonis.
Inisiator Deklarasi Yudi Irawan mengatakan, masyarakat Sukajaya juga menolak segala bentuk upaya yang menjadikan warga sebagai alat propaganda, alat tekanan, maupun sarana untuk memenuhi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu yang dapat merugikan masyarakat luas.
Warga Sukajaya juga menyatakan penolakan terhadap berbagai bentuk provokasi yang berpotensi memicu konflik sosial, perpecahan, dan gangguan keamanan di tengah masyarakat.
“Mereka menilai bahwa stabilitas dan kedamaian lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” kata Yudi.
Dalam deklarasi tersebut, masyarakat menegaskan dukungannya terhadap penyelesaian setiap permasalahan melalui jalur hukum, musyawarah, dan mekanisme yang berlaku sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
“Masyarakat juga berkomitmen untuk selalu mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun golongan tertentu. Sikap tersebut dinilai penting guna menjaga keharmonisan sosial dan mencegah munculnya gesekan yang dapat merugikan masyarakat secara luas,” tegasnya.
Dilokasi yang sama, Kepala Desa Sukajaya meminta seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.
“Mengimbau agar warga tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya atau belum terverifikasi, sehingga situasi yang aman dan damai tetap terjaga,” ucapnya.
Topik juga meminta kepada warga untuk mengedepankan komunikasi dengan tidak mudah terpancing dengan apa yang disampaikan oleh pihak-pihak yang ingin menganggu kedamaian warga Sukajaya.
“Jangan terpancing dengan ajakkan-ajakan melakukan sesuatu yang mengatasnamakan warga. Saya selalu kepala desa selalu membuka pintu komunikasi untuk menyelesaikan masalah,” tegasnya.