Lapas Nunukan Perkuat Pembinaan WBP Lewat Keterampilan Membatik
NUNUKAN — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pelatihan keterampilan membatik.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membekali WBP dengan keterampilan produktif yang dapat dikembangkan sebagai bekal setelah mereka menyelesaikan masa pidana dan kembali ke tengah masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, WBP dikenalkan dengan berbagai tahapan pembuatan batik, mulai dari membuat pola, mencanting, pewarnaan hingga proses penyelesaian kain. Seluruh proses dilakukan secara bertahap dengan pendampingan petugas serta mengedepankan ketelitian, kreativitas dan kesabaran.
Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan Donny Setiawan mengatakan, pembinaan kemandirian tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan. Program tersebut juga menjadi bagian dari proses membangun sikap positif dan meningkatkan kepercayaan diri WBP.
“Melalui keterampilan membatik, kami ingin memberikan bekal yang memiliki nilai manfaat dan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan membatik juga membuka ruang bagi WBP untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai seni sekaligus potensi ekonomi. Ke depan, hasil karya tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan melalui inovasi motif dan desain yang mengangkat identitas serta kekayaan budaya lokal Nunukan.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, Lapas Nunukan berkomitmen mendorong WBP agar semakin terampil, produktif dan memiliki kesiapan untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
“Dari pembinaan lahir keterampilan, dari keterampilan tumbuh kemandirian, dan dari kemandirian lahir harapan baru.”