Jaringan Mitra Publik

Bentuk Skill WBP, Lapas Semarang Ajarkan Pelatihan Tanam Bawang dan Pembuatan Pupuk

0

SEMARANG, JMPnews – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang kembali menghadirkan inovasi pembinaan melalui Pelatihan Pertanian yang bertajuk “Seru di Lahan: Nandur Bawang Merah & Bikin Pupuk Ala Rumahan” yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. Pelatihan ini terselenggara melalui platform Sipangan Digital Semarang sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan serta kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kegiatan dibuka dengan laporan pelatihan yang disampaikan Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Suranta Sinuraya. Selanjutnya, pelatihan secara resmi dibuka oleh Plh. Kepala Lapas Kelas I Semarang, Yudi Winardi, melalui seremoni simbolis.

Pelatihan dilaksanakan dalam dua sesi di dua lokasi berbeda, yaitu Aula Graha Pancasila dan Laboratorium Mini Lapas Kelas I Semarang. Kegiatan ini diikuti oleh 20 WBP, 15 pegawai Lapas, serta peserta eksternal dari Unit Pelaksana Teknis lain dan masyarakat umum melalui Zoom, dengan syarat telah terdaftar pada platform Sipangan Digital.

Pada sesi pertama pukul 09.00–11.30 WIB, narasumber Yan Ariana selaku Instruktur Edufarm Park Ngaliyan, memberikan materi teori terkait teknik penanaman dan perawatan bawang merah. Sesi kedua pada pukul 13.00–15.00 WIB menghadirkan narasumber Ahmad Syihabuddin bersama kelompok tani setempat yang memandu praktik pembuatan pupuk rumahan yang sederhana dan ekonomis.

Ditemui dalam kesempatan yang berbeda, Kepala Lapas Kelas I Semarang, Fonika Affandi, menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya pelatihan ini sebagai bagian dari pembinaan berbasis keterampilan.

“Pelatihan seperti ini sangat penting karena memberikan keterampilan nyata yang bisa langsung diterapkan. Kami ingin warga binaan memiliki bekal kemampuan yang bermanfaat dan dapat membuka peluang usaha nantinya,” ujar Fonika.

Pelatihan pertanian ini dirancang untuk membekali WBP dengan pengetahuan dasar dan keterampilan praktis, sehingga mereka memiliki kompetensi yang dapat digunakan saat kembali ke masyarakat. Materi sederhana namun aplikatif membuat peserta mudah memahami cara menanam bawang merah serta membuat pupuk organik rumahan yang terjangkau dan efisien.

Fonika Affandi juga menegaskan harapannya agar program pelatihan seperti ini terus memberikan dampak positif bagi WBP. “Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi menjadi keterampilan hidup yang bisa membantu mereka membangun masa depan yang lebih baik setelah bebas,” ujarnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.