AYP : Pengurus Kadin dari 38 Provinsi Bertemu Presiden Prabowo, Bahas Investasi hingga Indonesia Incorporated
JAKARTA-JMPNEWS- Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dari 38 provinsi menghadiri pertemuan bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Pertemuan tersebut menjadi forum dialog antara pemerintah dan pelaku usaha untuk membahas arah kebijakan ekonomi nasional, investasi, regulasi, hingga penguatan kolaborasi dunia usaha.
Sejak sekitar pukul 14.00 WIB, kawasan Istana Kepresidenan mulai dipadati kendaraan yang membawa para pimpinan Kadin dari berbagai daerah. Mereka hadir memenuhi undangan Presiden Prabowo untuk berdiskusi secara langsung mengenai berbagai tantangan dan peluang perekonomian Indonesia.
Suasana pertemuan didominasi para pengurus Kadin yang mengenakan kemeja putih berlogo organisasi. Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie hadir bersama jajaran pengurus, di antaranya Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Erwin Aksa, Taufan Eko Nugroho, dan Andi Yuslim Patawari.
Dari Sulawesi Selatan, turut hadir Ketua Kadin Sulawesi Selatan Andi Iwan Darmawan Aras serta Wakil Ketua Umum Kadin Sulawesi Selatan Andi Yuslim Patawari. Dalam sesi foto bersama Presiden, Andi Yuslim tampak berdiri tepat di belakang Presiden Prabowo.
Pertemuan juga dihadiri Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, antara lain Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia.
Berbeda dengan forum seremonial pada umumnya, pertemuan berlangsung dalam suasana dialog terbuka. Pemerintah dan pelaku usaha saling bertukar pandangan mengenai tantangan ekonomi nasional sekaligus membahas langkah-langkah strategis untuk memperkuat iklim investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Andi Yuslim Patawari mengatakan salah satu arahan penting Presiden Prabowo adalah agar komunikasi antara pemerintah dan dunia usaha dilakukan secara berkala.
“Sangat banyak pembahasan. Bapak Presiden meminta kepada kami dari Kadin Indonesia agar diskusi seperti ini sering dilakukan setiap tiga bulan. Nantinya akan ada pembahasan yang lebih spesifik,” ujar Andi Yuslim Patawari melalui sambungan telepon, Sabtu (1/8/2026).
Menurut pria yang akrab disapa AYP itu, arahan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan pelaku usaha.
Dengan demikian, berbagai kebijakan ekonomi diharapkan tidak hanya disampaikan setelah diputuskan, tetapi juga dikonsultasikan sejak proses penyusunannya.
“Ini menunjukkan bahwa Bapak Presiden memberi keterbukaan informasi kepada pelaku usaha. Pesan beliau bagaimana Indonesia Incorporated itu terjalin. Kita harus bersinergi dengan pengusaha besar dalam peningkatan ekonomi gotong royong di semua sektor,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, konsep Indonesia Incorporated menjadi salah satu gagasan utama yang ditekankan Presiden Prabowo. Konsep tersebut menempatkan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sebagai mitra strategis yang bergerak dalam satu arah guna memperkuat daya saing nasional.
AYP menilai konsep tersebut memiliki makna konkret bagi dunia usaha. Menurutnya, Presiden menginginkan perusahaan-perusahaan besar tidak hanya berkembang secara mandiri, tetapi juga menjadi penggerak bagi tumbuhnya perusahaan menengah, yang selanjutnya mendorong kemajuan usaha kecil dan UMKM.
“Yang terpenting, tercetus komitmen mendukung Indonesia Incorporated. Bagaimana pengusaha besar mengangkat pengusaha menengah, pengusaha menengah mengangkat pengusaha kecil,” ujarnya.
Ia berharap komitmen untuk membangun komunikasi rutin antara pemerintah dan dunia usaha menjadi langkah awal memperkuat sinergi dalam mendorong investasi, mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta mewujudkan pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (Red)