Berpura-pura Cari Motor untuk Istri, Pria di Tambora Bawa Kabur Honda PCX
JAKARTA BARAT – Berpura-pura mencari sepeda motor untuk istrinya, seorang pria berinisial EW diduga membawa kabur Honda PCX hitam dari showroom Henky Motor di Jalan Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat. Setelah buron selama lebih dari dua pekan, pria tersebut akhirnya ditangkap polisi pada Senin (26/10/2026).
Kapolsek Tambora, Kompol Wahyu Hidayat, mengatakan penangkapan dilakukan Tim Tiger Unit Reserse Kriminal Polsek Tambora setelah menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV), memeriksa saksi, dan melakukan serangkaian penyelidikan.
Aksi tersebut diduga terjadi pada 9 Oktober 2026. Sehari sebelumnya, EW mendatangi showroom untuk menanyakan harga sepeda motor. Saat kembali ke lokasi, pelaku diduga berpura-pura menjadi calon pembeli yang sedang menunggu kedatangan istrinya.
Pelaku kemudian meminta seorang karyawan membelikan minuman dan rokok. Ketika karyawan meninggalkan lokasi, EW diduga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membawa kabur satu unit Honda PCX berwarna hitam.
Polisi yang menerima laporan kejadian itu melakukan olah tempat kejadian perkara dan menelusuri rekaman CCTV di sejumlah titik, termasuk kawasan Halte Transjakarta Jembatan Lima. Hasil penyelidikan mengarah pada keberadaan EW di kawasan Kota Lama hingga akhirnya petugas berhasil mengamankannya tanpa perlawanan.
Dari pemeriksaan sementara, polisi memperoleh keterangan bahwa sepeda motor tersebut telah dijual seharga Rp4 juta. Uang hasil penjualan itu disebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan berfoya-foya.
Polisi juga mendalami pengakuan sementara EW yang menyebut telah melakukan aksi serupa sebanyak dua kali di wilayah Tambora. Penyidik masih menelusuri dugaan kejadian lainnya serta keberadaan sepeda motor yang telah dijual.
Kompol Wahyu Hidayat mengimbau pemilik dan karyawan showroom agar meningkatkan kewaspadaan saat melayani calon pembeli, terutama dengan memperketat pengawasan terhadap kendaraan dan kunci kontak.
Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya kepada orang yang belum dikenal dan tetap menerapkan prosedur keamanan untuk mencegah tindak pencurian kendaraan bermotor.