Dibimbing Mahasiswa Undip, Warga Binaan Lapas Semarang Salurkan Emosi Melalui Jurnaling Refleksi
SEMARANG, JMPnews – Lapas Kelas I Semarang bersama Mahasiswa Keperawatan Universitas Diponegoro (Undip) yang tengah menjalani program magang di menggelar kegiatan jurnaling refleksi dan penguatan kesehatan mental bagi warga binaan, Kamis (21/05).
Program ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari asesmen awal yang sebelumnya dilakukan untuk mengetahui tingkat depresi dan kondisi psikologis warga binaan. Berdasarkan hasil asesmen tersebut, mahasiswa magang bersama pihak Klinik Pratama Lapas Semarang menyusun kegiatan pendampingan psikososial yang lebih interaktif dan komunikatif.
Sebanyak 37 warga binaan dari berbagai perkara hadir dalam kegiatan. Kelompok dibagi menjadi 2, tiap kelompok dipandu 5 mahasiswa serta didampingi 1 petugas. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya membantu mereka mengenali diri sendiri serta menyalurkan emosi secara positif.
Dalam pelaksanaannya, warga binaan diajak mengisi kuisioner untuk mengungkapkan perasaan, emosi, serta kondisi batin yang mereka rasakan selama menjalani masa pidana. Melalui metode tersebut, peserta diharapkan dapat merasa lebih lega karena memiliki ruang untuk mengekspresikan perasaan yang selama ini dipendam.
Selain pengisian kuisioner, mahasiswa juga menghadirkan sejumlah kegiatan reflektif dan edukatif. Salah satunya yakni happiness tree, sebuah aktivitas menuliskan harapan, cita-cita, dan keinginan positif pada gambar pohon yang telah disediakan. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan semangat optimisme serta pola pikir positif bagi warga binaan.
Kegiatan lainnya bertajuk find me, merupakan permainan yang dilakukan secara berpasangan. Dalam sesi tersebut, warga binaan diajak saling mengenal, memahami karakter satu sama lain, serta melatih kekompakan antar warga binaan.
Meylani salah satu mahasiswa Keperawatan Undip, kegiatan ini merupakan bentuk implementasi ilmu yang mereka pelajari di bangku perkuliahan, khususnya dalam bidang kesehatan mental dan keperawatan komunitas.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk partisipasi aktif mahasiswa magang selama kurang lebih tiga bulan di Lapas Semarang untuk memberikan manfaat bagi pelayanan di Klinik Pratama Lapas Semarang.
“Menurut saya kalo bisa dilaksanakan lebih sering sebagai sarana hiburan lah bagi narapidana, karena sebagian memang tidak produktif, tidak banyak aktivitas sehingga cuman bengong saja,” ucap warga binaan inisial JW.
Sementara itu Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari mendukung kegiatan positif tersebut disalurkan demi kesehatan mental warga binaan. “Melalui kegiatan ini, pendekatan psikososial sederhana seperti jurnaling refleksi dapat membantu warga binaan lebih mengenal diri sendiri, mengelola emosi dengan baik, serta membangun harapan positif selama menjalani proses pembinaan di dalam lapas,” ujarnya.