Jaringan Mitra Publik

Perilaku Seks Menyimpang dan Lakukan KDRT, Pejabat Peruri Dilaporkan ke Polisi

0

JAKARTA, JMPnews – Air mata itu tak hentinya menetes saat seorang wanita paruh baya yakni ED menceritakan kisah kelamnya dengan mantan suami. Bayangnnya menikah dengan pejabat pemerintah dirinya akan mendapat kenyamanan namun hal itu berbanding terbalik dengan kenyataannya.

“Setiap kali saya harus menceritakan kisah tragis dengan mantan suami, tentu akan menggores hati karena seakan kejadian itu terulang kembali,”kata ED sambil menahan air mata yang menetes.

Dirinya menceritakan, sebelumnya menjalin kasih dengan PBS yang saat ini bekerja di PT Peruri dengan jabatan Kepala Divisi Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) yang berkantor di Karawang, Jawa Barat.

Dalam ceritanya ED mengatakan pernikahan yang dilakukan olehnya dengan PBS, Seperti berjalan terburu-buru, lantaran PBS beragama non muslim. Demi memperoleh surat izin pernikahan yang sah dan harus masuk rumah dinas, PBS pun masuk agama Islam.

Setelah menikah, bukannya kebahagiaan dan keharmonisan yang datang, justru keributan yang sering dialami ED. Sebab, baik PBS maupun ED sama sama memiliki anak bawaan dari pernikahan sebelumnya. PBS memili dua anak laki-laki, ED memiliki dua anak gadis.

AM anak laki-laki PBS sering berpura-pura pingsan, malas-malasan tidur selama dua hari dikamar. PBS dan ED sering ribut dikarenakan masalah anak PBS yang tidak patuh dan berperilaku melawan orang tua.

Keributan Bu ED dengan PBS bukan sebatas cekcok mulut. PBS diduga melakukan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT Psikis)

Selain itu, perilaku kelainan seks PBS, membuat ED tidak nyaman hidup satu rumah dengan PBS.
“PBS beberapa kali meminta dan membujuk saya berhubungan badan dengan pria lain dihadapan dia (trisome), hal itu jelas tidak bisa diterima akal sehat saya,”ungkap ED.

Yang lebih kurang ajar lagi, PBS sempat mengirim foto-foto tidak senonoh kepada anak gadis bawaan ED. “Sebagai ayah sambungnya seharusnya menjadi panutan bagi anak gadis saya, Yang membuat hati saya sedih, PBS malah berusaha menggoda anak gadis saya, dengan mengirim foto-foto tak senonoh kepada putri saya, mengetuk pintu kamar anak gadis saya utk meminta pijet juga, Perilakunya itu sangat menghancurkan hati saya sebagai seorang wanita yang menjadi istrinya,”ujarnya dengan air mata berlinang.

Merasa keselamatannya terancam, dikarenkan keributan memuncak dengan AM suka banting banting pintu rumah dan mengunci pintu hingga anak dari ED kesulitan masuk, Bu ED bersama dua anak gadisnya meninggalkan rumah Dinas PBS, yang beralamat di Kramat Pela, kebayoran baru perumahan Peruri Jakarta Selatan.

Setelah meninggalkan rumah, ED membuat tiga laporan pengaduan ke Polda Metro Jaya, yang melaporkan PBS sebagai mantan suaminya. Dalam laporan itu, PBS diduga telah melakukan KDRT serta perbuatan tidak senonoh(pornografi) PBS kepada anak gadisnya yang dialaminya.

Pertama, bu ED melaporkan PBS ke Santra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya pada tanggal 15 November 2022. PBS dilaporkan atas dugaan melakukan kekerasan psikis dan KDRT.

Sebelumnya, pada tanggal 8 November 2022, FD anak gadis ED melaporkan PBS ke Polda Metro Jaya atas kasus dugaan pornografi kepada anak gadisnya. ED juga bersama anak gadisnya melaporkan PBS atas dugaan intimidasi psikis dan kelainan seks, serta dugaan kasus Pornografi yang dilakukan PBS kepada anak gadis bawaan ED.

Namun sayangnya, Ibu ED sudah jatuh tertimpa tangga, dikarenakan lambannya pelayanan Kepolisian yang belum atau sama sekali tidak pernah memanggil terlapor. Pihak Polda Metro Jaya dikabarkan, telah melimpahkan dua laporan tersebut ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.