33 Warga Binaan Rutan Banyumas Kembali Sekolah, Ikuti Program Paket A, B dan C
BANYUMAS – Sebanyak 33 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas kembali mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan melalui program kesetaraan yang diselenggarakan bersama Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Binamas Binangun, Kecamatan Banyumas.
Program pendidikan tersebut mulai berjalan di Aula Joko Kahiman Rutan Banyumas pada Jumat (25/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan warga binaan sekaligus upaya memberikan akses pendidikan bagi mereka yang belum menyelesaikan jenjang pendidikan formal.
Dari 33 warga binaan yang mengikuti program tersebut, sebanyak enam orang tercatat sebagai peserta Kejar Paket A, 12 orang mengikuti Paket B, dan 15 orang mengikuti Paket C. Pembelajaran dilaksanakan dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan Banyumas.
Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, mengatakan pendidikan kesetaraan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan. Menurutnya, akses pendidikan tetap perlu diberikan agar warga binaan memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan diri sebelum kembali ke masyarakat.
“Langkah ini adalah wujud nyata kami dalam menyelenggarakan pendidikan kesetaraan yang terarah, humanis, dan berkelanjutan bagi warga binaan. Saat ini, warga binaan yang mengikuti PKBM terdiri dari 6 orang untuk Kejar Paket A, 12 orang Paket B, dan 15 orang Paket C,” ujar Anggi.
Kerja sama Rutan Banyumas dengan PKBM Binamas Binangun tidak hanya berfokus pada pelaksanaan pembelajaran. Perkembangan peserta didik juga akan dicatat dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan proses pendidikan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Kepala PKBM Binamas Binangun, Tuslam Nur Rohman, mengatakan program tersebut dapat mendukung proses pembinaan sekaligus mempersiapkan warga binaan menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.
“Kegiatan pembelajaran ini sangat mendukung proses pembinaan dan reintegrasi sosial warga binaan. Kami mendorong peserta didik di rutan untuk tidak berkecil hati dan terus mengembangkan potensi, minat, serta bakatnya. Ijazah PKBM nantinya memiliki kegunaan yang sama dengan lulusan sekolah formal, jadi yang mengikuti program ini jangan minder,” kata Tuslam.
Selain pendidikan akademik, program kesetaraan tersebut juga diarahkan untuk membekali warga binaan dengan kemampuan yang dapat digunakan setelah kembali ke tengah masyarakat. Pembelajaran mencakup pengembangan keterampilan serta pembentukan sikap dan mental yang mendukung kemandirian.
Penilik Korwilcam Dindik Kecamatan Banyumas, Betty Priani, mengatakan kurikulum yang diberikan dirancang agar pendidikan yang diterima warga binaan memiliki keterkaitan dengan kebutuhan mereka setelah bebas.
“Warga binaan yang mengikuti PKBM tidak hanya memperoleh pendidikan akademis, tetapi juga keterampilan wirausaha berbasis masyarakat dan pembentukan sikap mental yang dapat diandalkan untuk masa depan mereka,” ujar Betty.
Program pendidikan kesetaraan di Rutan Banyumas menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi warga binaan. Dengan mengikuti Paket A, B, maupun C, para peserta diharapkan memiliki bekal pendidikan yang dapat mendukung proses reintegrasi sosial dan membuka peluang untuk melanjutkan kehidupan secara lebih produktif setelah kembali ke masyarakat.