Tes Urin 10 Warga Binaan Rutan Banyumas, Seluruhnya Negatif Narkoba
BANYUMAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas melakukan tes urin secara acak terhadap 10 warga binaan pemasyarakatan (WBP) laki-laki sebagai upaya deteksi dini penyalahgunaan narkoba. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta dinyatakan negatif.
Pemeriksaan berlangsung di Poliklinik Rutan Banyumas oleh petugas kesehatan dengan bantuan peserta magang. Proses pengujian dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP), mulai dari pendataan hingga pemeriksaan sampel menggunakan alat Multi-Drug Test Cup (CK-10P).
Petugas Kesehatan Poliklinik Rutan Banyumas, Daryati, memastikan seluruh sampel yang diperiksa menunjukkan hasil negatif.
“Seluruh hasil dari cek urin semuanya negatif dan aman untuk 10 WBP,” ujar Daryati.
Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, mengapresiasi hasil pemeriksaan tersebut. Ia menegaskan, tes urin secara acak akan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus mewujudkan Rutan Bersih dari Narkoba (Bersinar).
“Kami tidak akan kendor dalam melakukan deteksi dini. Kegiatan tes urin secara acak ini adalah bukti nyata keseriusan kami dalam menjaga Rutan Banyumas tetap Bersinar, aman, dan kondusif. Alhamdulillah hasilnya negatif semua,” katanya.
Pemeriksaan secara acak ini merupakan salah satu langkah pengawasan untuk mendeteksi potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan rutan. Rutan Banyumas berkomitmen melaksanakan pengawasan dan deteksi dini secara rutin guna mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman serta bebas dari narkoba.